MAKASSAR, BUKAMATA - Oktober 2020. Di sebuah rumah di Vila Mutiara, Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Lukman dan Yogi Sahfitri Fortuna, mengucap ijab kabul. Yang menikahkan, adalah Rizaldy (46), pria yang kemudian ditembak mati Densus 88 Antiteror Mabes Polri pada 6 Januari 2021.
Lukman dan Yogi, adalah pengikut kajian yang sering diadakan di rumah Rizaldy. Pria ini adalah saudara kandung Ulfa Handayani Saleh, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Jolo, Filipina, 2019 lalu. Kala itu, Ulfah dan suaminya, Rullie Rian Zeke, melakukan bom bunuh diri yang menewaskan puluhan orang.
Usai menikah, Lukman lalu memboyong istrinya, Yogi Sahfitri atau yang akrab disapa Dewi, ke rumah orang tuanya di Jl Tinumbu. Namun, di rumah itu, Lukman kerap bertengkar dengan saudaranya.
Karenanya, Lukman dan istrinya, Dewi, kontrak di sebuah rumah yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumah orang tuanya. Lukman diasuh oleh ibunya hingga dewasa. Ayah Lukman sudah meninggal dan dimakamkan di Pallantikan, Maros.
Menurut EM, ibu Dewi dan mertua Lukman, setelah menikah, dia jarang bertemu putrinya. Sepengetahuan EM, putrinya menjual makanan via online. Sang suami, Lukman yang mengantarkan.
Minggu pagi, 28 Maret 2021. Hari itu, Lukman dan istrinya, Dewi, bersiap melakukan amaliah. Istilah di kalangan JAD untuk kegiatan yang menimbulkan teror. Sebelum berangkat dari kontrakannya, Lukman menulis di secarik kertas. Ditulis pakai tinta hitam. Hurufnya kapital semua.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Wasiat kepada orang yang saya cintai karena Allah.
Wahai ummy ku. Minta maafka kalau ada salahku. Baik perilaku maupun lisanku. Janganki lupa senantiasa beribadah kepada Allah dan janganki tinggalkan sholat. Semoga Allah kumpulkanki di surgaNya.
Ummy, sekali lagi minta maafka. Kusayang sekaliki. Tapi Allah lebih menyayangi hambaNya.
Makanya, saya tempuh jalanku sebagai mana jalan nabi/rasul Allah untuk selamatkanki dan bisaki kembali berkumpul di surga.
Satuji pesanku buat kita ummy, berhenti maki ambil uang bank, karena uang bank itu riba dan tidak diberkahi oleh Allah.
Ini ada uang simpananku 2.350.000 untuk bayar pinjamanta di bank. Dan itu uang kontrak rumahku masih ada 5 bulan di karyawan laundry nya Mus 500.000/bulan na kontrakkan. Ambil maki tiap bulan. Simpanki untuk bayar pinjamanta.
Pitto, minta maafka kalau ada salahku dek. Baik itu lisanku maupun perbuatanku dulu.
Satu pesanku untuk kau dek, jaga ummy baik-baik. Kau mami bisa jaga ummy dan jangan juga malas-malasan sholat. Dan jangan mi bergaul-gaul. Fokus saja bantu ummy.
Istiqomah ki semua di jalan ini nah ummy, Pitto dan keluargaku yang saya cintai karena Allah, semoga Allah kumpulkanki di surga dan semua saudarahnya dan keluarganya bapakku.
Muh Lukman"
Usai menulis surat itu, Lukman dan Dewi, lalu berboncengan keluar dari lorong. Menggunakan sepeda motor Honda oranye. Jenisnya matic. Pelatnya, DD 5984 MD. Dia bergerak menuju Gereja Katedral Jl Kajaolalido Makassar, saat sekira 200 orang jemaat sedang melakukan misa Palma sesi pertama.
Jarum jam saat itu sekira pukul 10.20 Wita, ketika Lukman tiba di depan pagar gereja. Saat hendak masuk, Kosmos, seorang sekuriti menghalanginya. Lalu, "Dhuarrrrrrr!!!!". Sebuah ledakan keras terdengar. Serpihan daging beterbangan. Tubuh Dewi hancur berserakan hingga ke tengah jalan. Sedangkan potongan tubuh Lukman menempel di sepeda motor yang tersisa rangka. Kepalanya terlempar ke atas atap sebuah bangunan di samping gereja. Kepala itulah yang kemudian memudahkan polisi mengidentifikasi Lukman dan istrinya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, Lukman dan Dewi menganggap aksinya sebagai bulan madu. Itu diungkap Komjen Boy usai bertemu dengan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, Selasa, 30 Maret 2021.
Boy mengingatkan seluruh warga, agar tidak mencontoh aksi pasangan suami istri tersebut. "Menurut mereka itu adalah sebagai (bulan madu) yang terbaik dengan cara yang sangat kita sayangkan," kata Komjen Boy.
Boy menegaskan, aksi bom bunuh diri sebagai bagian dari bulan madu tak dapat diterima akal sehat. Juga menyalahi ketentuan agama mana pun.
"Harusnya kalau pengantin baru, secara rasional kan akal sehat kita menikmati masa-masa pengantin baru, kebersamaan kita," kata Boy kepada wartawan.
"Tetapi sebagai pengantin baru, mengapa harus memilih jalan seperti ini. Bunuh diri tidak ada agama yang mengajarkan untuk boleh bunuh diri," sambung Boy.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Selain di Polsek Astana Anyar, Ini 5 Bom Bunuh Diri di Kantor Polisi 10 Tahun Terakhir
-
Mantan Narapidana Teroris: Ada Rasa Kecewa yang Jadi Pemicu Bom Bunuh Diri
-
Pimpin Apel Pagi, Ini Penekanan Danyon Brimob Bone
-
Dewan Kecam Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar
-
Polri Ungkap Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Kapolri : Mantan Napi Teroris