Ririn : Senin, 29 Maret 2021 12:19
Int

BUKAMATA - Devender Mohan Sharma sedang dirundung duka. Pria berusia 65 tahun itu telah kehilangan sebagian besar keluarganya selama dua bulan terakhir.

Pertama, istrinya Anita, 62 tahun, meninggal pada 31 Januari. Lalu putrinya Priyanka, 27 tahun, menyusul tak lama kemudian. Putrinya yang lain, Divya, 35 tahun, kemudian koma bulan lalu dan sekarang menggunakan ventilator.

Polisi di New Delhi yakin apa yang dialami keluarga Sharma bukan hal normal, dan yakin bahwa suami Divya, Varun Arora berada di balik semua itu.

Pengusaha berusia 38 tahun itu telah didakwa melakukan pembunuhan dan percobaan pembunuhan. Dia diduga "terinspirasi" oleh metode diktator Irak, Saddam Hussein untuk melenyapkan saingannya.

Investigasi terhadap laptop Arora mengungkapkan bahwa dia telah mencari "bagaimana cara membunuh seseorang secara perlahan". Dia juga telah mengklik link yang menampilkan cerita tentang bagaimana kaki tangan Hussein menggunakan thallium sulfat, bahan kimia yang sangat beracun untuk meracuni orang.

Talium tidak berbau atau berasa, dan bekerja dengan perlahan tapi mematikan. Ini sama mematikannya dengan merkuri, timbal, dan arsenik.

Selain Saddam Hussein, KGB Rusia juga diduga telah menggunakan zat tersebut pada musuh negara.

“Kami pikir dia telah meracuni mertuanya, istri dan iparnya selama beberapa waktu,” kata Inspektur Surinder Singh dari stasiun Inderpuri, dikutip Asia One.

“Masalah dengan talium adalah gejalanya tidak langsung, dan muncul beberapa hari kemudian."

Arora mengatakan kepada polisi bahwa dia ingin menghentikan "pelecehan" oleh istri dan keluarganya. Namun tuduhan itu dibantah oleh ayah mertuanya.

Sementara itu, polisi mengatakan bahwa dia merencanakan kejahatan setelah istrinya menggugurkan kehamilan tahun lalu.

Menurut laporan media, kejahatan Arora terungkap berkat dokter di Rumah Sakit Sir Ganga Ram, tempat Anita dirawat selama lebih dari sebulan.

Dokter itu menelepon polisi pada 22 Maret untuk melaporkan bahwa sampel darah dan urin pasiennya menunjukkan kadar talium yang tinggi.

Otopsi pada Priyanka juga menunjukkan adanya talium, sementara tes darah pada Divya, yang dalam kondisi kritis, mengungkapkan hasil yang sama.

Dari situlah polisi yakin Arora telah meracuni keluarga tersebut selama beberapa waktu. Tapi Sharma yakin bahwa racun itu dimasukkan ke dalam hidangan ikan yang dia siapkan suatu hari di akhir Januari.

Dia ingat hidangan itu karena merasa ganjak lantaran Arora tidak memakannya, dan dia juga melarang kedua anaknya yang masih kecil untuk mencicipinya.

Segera setelah makan malam itu, kematian mulai terjadi.

Polisi juga menemukan kadar talium yang tinggi dalam darah Sharma dan darah pembantunya. Keduanya kini sedang dirawat.

“Tingkat normal talium dalam darah harus di bawah dua tetapi dalam tes Sharma, itu mendekati 100,” kata Inspektur Singh. "Dia beruntung masih hidup."

Polisi menemukan bahwa Arora telah memesan talium secara online dari apoteker, dengan mengatakan bahwa dia membutuhkannya untuk ayah mertuanya yang merupakan seorang ahli homeopati.