Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Peneliti mengatakan, temuan ini menyoroti perlunya tetap memakai masker dan menjaga jarak sosial
BUKAMATA - Apakah Anda berpikir bahwa orang yang telah mendapatkan suntikan vaksin covid sepenuhnya akan terbebas dari virus?
Sayangnya tidak. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa Anda masih berpeluang untuk tertular Covid-19 bahkan jika Anda telah divaksinasi, meskipun kasusnya sangat jarang.
Temuan ini menyoroti perlunya tetap memakai masker dan menjaga jarak sosial, kata para peneliti.
Dalam studinya, para peneliti melihat petugas perawatan kesehatan yang divaksinasi di dua kampus University of California. Hasilnya, mereka menemukan bahwa ada sejumlah kecil orang yang dinyatakan positif terkena virus, setelah disuntik.
"Karena skrining gejala harian wajib diantara personel perawatan kesehatan, pasien dan pengunjung, dan kapasitas pengujian yang tinggi di UC San Diego Health dan UCLA Health, maka kami dapat mengidentifikasi infeksi simtomatik dan asimtomatik di antara petugas perawatan kesehatan di institusi kami," kata peneliti Dr. Jocelyn Keehner.
Dia adalah peneliti penyakit menular di University of California, San Diego School of Medicine.
"Selain itu, kami dapat menggambarkan tingkat infeksi dalam skenario dunia nyata, di mana peluncuran vaksin bertepatan dengan lonjakan infeksi," tambahnya.
Untuk studi tersebut, tim Keehner mengumpulkan data dari petugas kesehatan yang menerima vaksin Pfizer atau Moderna antara 16 Desember 2020 hingga 9 Februari 2021.
Ada lebih dari 36.600 dosis pertama, dan lebih dari 28.000 telah divaksinasi penuh, atau memiliki dua dosis.
Di antara mereka yang divaksinasi, 379 dinyatakan positif setidaknya satu hari setelah vaksinasi. Sebagian besar dari mereka (71%) dites positif dalam dua minggu pertama setelah menerima dosis pertama vaksin.
Namun, 37 pekerja dinyatakan positif setelah menerima dua dosis, padahal mereka seharusnya mendapatkan perlindungan maksimal.
Peneliti lain, Dr. Lucy Horton mencatat bahwa ada beberapa kemungkinan penjelasan untuk peningkatan risiko ini. Horton adalah seorang profesor di divisi penyakit menular dan kesehatan masyarakat global di UCSD School of Medicine.
"Pertama, petugas kesehatan yang disurvei memiliki akses ke tes tanpa gejala," jelasnya. "Kedua, ada lonjakan infeksi regional yang tumpang tindih dengan kampanye vaksinasi selama periode ini."
"Dan ketiga, ada perbedaan dalam demografi petugas kesehatan dibandingkan dengan peserta dalam uji klinis vaksin. Petugas kesehatan cenderung lebih muda dan memiliki risiko yang lebih besar untuk terpapar Covid-19 di masyarakat," kata Horton.
Kabar baiknya, infeksi 14 hari setelah menerima dosis kedua jarang terjadi. “Ini menunjukkan kemanjuran vaksin ini dipertahankan di luar pengaturan percobaan,” kata para peneliti.
Laporan tersebut diterbitkan minggu ini di New England Journal of Medicine.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46