MASAMBA, BUKAMATA -- Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, bersama PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo), menandatangani MoU kerja sama untuk memberikan perlindungan kepada petani, dengan asuransi tani.
Penandatangan digelar di Command Center Kantor Bupati Luwu Utara, Rabu (10/03/2021). Branch Manager Branch Office PT. Jasa Asuransi Indonesia, Hendrawan bersama Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menandatangani MoU kerjasa untuk memberikan perlindungan kepada petani.
Branch Manager PT. Jasa Asuransi Indonesia, Hendrawan menjelaskan, kerja sama tersebut sepenuhnya untuk memberi perlindungan kepada petani, terhadap resiko gagal panen yang diakibatkan cuaca, bencana alam hingga hama.
Baca Juga :
"Kita menjamin petani-petani dari risiko gagal panen karena kekeringan, banjir dan serangan hama yang membuat padi bisa puso atau lainya yang mengakibatkan petani gagal panen," jelas Hendrawan.
Dia menambahkan, nilai ansuransi yang diberikan sebesar Rp6 juta per hektare. Bahkan dia mengungkapkan, tidak ada syarat khusus untuk dipenuhi petani, agar mendapat perlindungan tersebut.
"Tidak ada syarat khusus, cukup daftar saja nanti. Atau kalau mau lebih jelas lagi, petani bisa berkonsultasi dengan dinas pertanian melalui konsultanya. Nilai asuransinya itu Rp6 juta rupiah per hektare," ungkapnya.
Sementara itu Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menjelaskan, kerjasama pemda dengan Jasindo tersebut adalah kado pertama awal masa jabatanya di periode kedua ini sebagi bupati.
"Alhamdulillah perlindungan ini bisa terealisasi. Dan ini memang salah satu program unggulan saya bersama pak Suaib Mansur saat kampanye kemarin. Program perlindungan usaha tani dengan asuransi," jelas bupati perempuan pertama di Sulsel itu.
Indah menambahkan, tahun ini pemda Lutra menargetkan akan mengansuransikan 20.000 hektare, untuk dua kali masa panen."Semoga dengan adanya asuransi ini, petani kita terlindungi. Semoga kerja sama ini membrikan rasa aman dan nyaman bagi petani kita di Luwu Utara," harap ibu dua anak itu.
"Petani kita juga bisa beraktivitas tanpa was was. Apa lagi kita tahu sendiri Luwu Utara ini masuk daerah monzon, musim hujan bisa bisa terjadi sepanjang tahun yang sangat beresiko gagal panen," tutup Indah.