MAKASSAR, BUKAMATA - Senin, 8 Maret 2021 malam. Polisi dari Polsek Panakkukang, menggerebek tiga kamar di salah satu hotel di Jl Pandang Raya, Panakkukang. 15 remaja diamankan. Empat di antaranya, gadis remaja.
Ternyata, mereka korban prostitusi online. Salah seorang gadis yang diamankan, DL (16), mengaku pernah menjual keperawanannya dengan tarif Rp5 juta. Pria hidung belang yang jadi pelanggannya seorang kakek-kakek.
DL mengaku, dia terjun ke dunia prostitusi bukan karena faktor ekonomi. Namun, karena terjebak. Saat itu, dia memiliki permasalahan keluarga. Dia lalu lari dari rumah dan kemudian masuk ke dunia hitam itu.
DL merupakan anak yatim. Ayahnya sudah meninggal. Sedangkan ibunya pulang kampung. DL sendiri tinggal bersama nenek dan kakak kandungnya.
DL pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren di Gowa. Hanya setahun. Pada November 2020, dia lalu terjun ke dunia prostitusi. Namun, dia tak menjajakan diri. Hanya kalau ada tawaran, baru dia melakukan. Tarifnya Rp500 ribu.
"Sebenarnya saya takut. Itulah tidak sering begini (tidak aktif mencari pelanggan), ada tong pi lagi (nanti ada yang memesan jasa baru melakukan kencan)," jelas DL.
Dalam kesempatan itu, turut diamankan anak panah sebanyak 19 buah. Juga sebuah busur berwarna kuning. Ada pula beberapa butir obat daftar G.
BERITA TERKAIT
-
Polres Sidrap Amankan 8 Orang Prostitusi Online, Mucikari Tawarkan Jasa "Open BO" Rp. 1,3 Juta
-
Prostitusi Online Kelas Elit di Makassar, Tarif Rp5 Juta Sekali Kencan
-
Pelajar di Makassar Dibekuk Polisi, Diduga Jajakan Gadis 16 Tahun ke Pria Hidung Belang
-
Jual Wanita ke Pria Hidung Belang, Mucikari di Makassar Ditangkap Saat Transaksi di Wisma
-
Mucikari yang Jajakan PSK dengan Tarif Hingga Rp15 Juta Ditetapkan Tersangka