BUKAMATA - Senat AS telah mengesahkan paket bantuan ekonomi Covid-19 senilai US $ 1,9 triliun pada hari Sabtu dengan selisih suara tipis 50-49.
RUU tersebut mengalami beberapa perubahan pada menit-menit terakhir untuk mencapai garis finis.
Meskipun sebagian besar orang Amerika masih akan menerima cek senilai $1.400, Presiden Joe Biden awalnya ingin memberikan keuntungan yang lebih luas bagi mereka yang berhak atas pembayaran semacam itu.
Pada akhirnya, kedua belah pihak berkompromi untuk membatasi ruang lingkup, yaitu kepada pelapor tunggal dengan pendapatan tahunan kurang dari $75.000 dan pelapor gabungan yang berpenghasilan kurang dari $ 150.000.
Kaum progresif juga dipaksa untuk menurunkan tunjangan pengangguran federal dari $ 400 menjadi $ 300 per minggu.
Paket $1,9 triliun ini tidak menerima satu suara pun dari Partai Republik, di mana Senator Republik Dan Sullivan dari Alaska absen karena kematian anggota keluarga.
Proses selanjutnya adalah, DPR akan memberikan suara apakah mereka menyetujui perubahan yang dibuat di Senat pada hari Selasa, kemudian akan pergi ke Biden untuk ditandatangani menjadi undang-undang.
Biden memuji pengesahan oleh Senat melalui sambutan dari Gedung Putih pada Sabtu sore.
“Dengan meloloskan rencana ini, kami akan membuktikan bahwa pemerintahan ini, demokrasi ini, masih bisa berjalan. Itu harus dilakukan. Itu akan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata Biden, seperti dikutip BBC.
Sementara itu, Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer membela pengesahan RUU tersebut dengan mengatakan bahwa itu menunjukkan kepada Partai Republik bahwa mereka dapat melakukannya sendiri.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Dari 3 Benua: 34 Tim Nasional Siap Berlaga di Piala Dunia 2026
-
Kirim 200 Surat Tarif Impor ke Mitra Dagang, Trump Tutup Ruang Negosiasi Ulang
-
Negosiasi Tarif, Indonesia Tekankan 5 Hal Ini ke Amerika Serikat
-
QRIS & GPN Disoroti dalam Negosiasi Dagang dengan Pemerintah AS
-
China Desak AS Batalkan Semua Kebijakan Tarif: Mari Kembali ke Jalan yang Benar