Ririn
Ririn

Senin, 22 Februari 2021 11:53

Ashraf Ghani berbicara dengan wartawan BBC Lyse Doucet di Istana Kepresidenan di Kabul
Ashraf Ghani berbicara dengan wartawan BBC Lyse Doucet di Istana Kepresidenan di Kabul

Presiden Afghanistan Bilang Melihat Peluang untuk Proses Perdamaian

Ashraf Ghani menekankan bahwa perlu ada upaya bersama secara internasional untuk mengirim sinyal bahwa "jenis perilaku tertentu tidak dapat diterima."

BUKAMATA - Presiden Afghanistan melihat ada "jendela peluang untuk mempercepat proses perdamaian" di negaranya, menyusul pengumuman NATO bahwa mereka belum membuat keputusan akhir tentang penarikan pasukan.

Hal itu disampaikan Ashraf Ghani dalam sebuah wawancara eksklusif dengan BBC.

Berbicara kepada wartawan BBC, Lyse Doucet Ghani mengatakan bahwa pengumuman NATO memberikan kesempatan bagi "semua pihak dalam konflik untuk menghitung ulang dan mencapai kesimpulan yang telah lama kita capai, bahwa penggunaan kekuatan bukanlah solusi".

"Kita harus mencapai penyelesaian politik," katanya.

Dia menambahkan bahwa perlu ada upaya bersama secara internasional untuk mengirim sinyal bahwa "jenis perilaku tertentu tidak dapat diterima."

Presiden Afghanistan juga menegaskan bahwa dia tidak tertarik pada berapa banyak pasukan asing yang dibutuhkan, atau untuk berapa lama. "Itu tergantung pada intensitas perang," katanya.

Aliansi militer NATO memiliki hampir 10.000 tentara di negara yang dilanda perang itu. Berdasarkan kesepakatan AS-Taliban, mereka akan ditarik pada bulan Mei, setelah 20 tahun. Tetapi ada kekhawatiran bahwa kekerasan Taliban dapat meningkat.

Sementara itu, AS menempatkan pasukannya di Afghanistan sejak tahun 2001, ketika tentara menyerbu untuk menggulingkan Taliban dari kekuasaan, pasca serangan teroris 9/11.

Tetapi Taliban telah 'hidup' kembali dan pada 2018 aktif di lebih dari dua pertiga negara, mengancam pemerintah terpilih.

Saat ini, Ghani menghadapi seruan pembentukan pemerintah sementara untuk membawa Taliban ke tampuk kekuasaan dan menghindari kemerosotan negara dan kemungkinan perang saudara.

Dalam wawancara dengan BBC, dia mengatakan bahwa masa jabatan lima tahunnya kurang penting daripada perdamaian. Tapi dia menegaskan "masa depan akan ditentukan oleh rakyat Afghanistan, bukan oleh seseorang yang duduk di belakang meja, bermimpi".

"Dari pihak kami, kami memiliki rasa urgensi, kami bersedia membuat keputusan yang sulit, dan akan ada keputusan sulit yang diperlukan. Empat puluh tahun kekerasan di negara ini sudah cukup," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Afghanistan