INDIA, BUKAMATA - Sejak 1947, belum ada perempuan yang dihukum gantung. Namun, mitos itu dipecahkan Shabnam. Dia akan menjalani hukuman mati usai menghabisi nyawa tujuh anggota keluarganya dengan bius.
Dilansir dari media lokal, Makkal Osai, wanita yang berprofesi sebagai guru itu, membunuh anggota keluarganya karena dihalangi untuk menikah dengan kekasihnya, Salem.
Pembunuhan dilakukan pada April 2008 silam. Saat itu, Shabnam sedang hamil tujuh minggu akibat hubungannya dengan Salem, seorang pria putus sekolah. Wanita itu melahirkan seorang bayi laki-laki pada Desember 2008, saat mendekam di penjara.
Dalam pembunuhan itu, Shabnam dibantu Salem. Dalam persidangan, Salem mengaku membantu pembunuhan karena diminta Shabnam. Keduanya lalu dinyatakan bersalah dan divonis mati atas kasus pembunuhan oleh Pengadilan Distrik pada tahun 2010, setelah persidangan selama dua tahun. Hukuman mati itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Allahabad pada tahun 2012 dan Mahkamah Agung India pada tahun 2015.
Permohonan pengampunan, termasuk permohonan 'yang menyayat hati' dari putranya yang sekarang berusia 13 tahun, juga ditolak oleh presiden India. Shabnam dan Salem, akan dihukum gantung bersamaan.
Dilansir The Star, Senin (22/2/2021), Shabnam diketahui meraih gelar master dalam Bahasa Inggris dan Geografi. Shabnam sempat mengajukan permohonan pengampunan terakhir kepada gubernur negara bagian Uttar Pradesh, tapi ditolak.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Cinta Ditolak, Pelajar 17 Tahun Tega Habisi Nyawa Petugas Kebersihan di Luwu Timur
-
Cemburu Jadi Alasan Pelaku Bunuh Perempuan asal Selayar, Campurkan Empat Butir Asam Mefenamat ke Minuman Korban
-
Perempuan Asal Selayar Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Penginapan
-
Tragis! Seorang Ibu di Bone Tewas Dianiaya Anak Kandung
-
Oknum TNI AU Tikam Pria di Makassar Hingga Tewas