BUKAMATA - Pemerintah Joe Biden telah meluncurkan peninjauan resmi terkait masa depan penjara militer AS di Teluk Guantanamo di Kuba.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pada hari Jumat (12/02/2021) bahwa mereka bertujuan untuk menghidupkan kembali tujuan era Obama untuk menutup fasilitas kontroversial tersebut.
Menurut laporan Reuters, staff Biden sekarang sedang mempersiapkan tindakan eksekutif, dan akan ditandatangani oleh Presiden AS dalam beberapa minggu atau bulan mendatang.
Penjara Guantanamo dibangun untuk menampung tersangka asing setelah serangan 11 September 2001 di New York dan Washington.
Penjara lepas pantai itu melambangkan ekses dari "perang melawan teror" AS karena menerapkan metode interogasi yang keras yang menurut para kritikus sama dengan penyiksaan.
Pada tahun 2009, Barack Obama memerintahkan agar penjara itu ditutup. Namun keputusan itu dibalik oleh Donald Trump segera setelah ia menjabat pada tahun 2017.
Sekarang, masih ada 40 tahanan di sana, sebagian besar telah ditahan selama hampir dua dekade tanpa dituntut atau diadili.
BERITA TERKAIT
-
Dari 3 Benua: 34 Tim Nasional Siap Berlaga di Piala Dunia 2026
-
Kirim 200 Surat Tarif Impor ke Mitra Dagang, Trump Tutup Ruang Negosiasi Ulang
-
Negosiasi Tarif, Indonesia Tekankan 5 Hal Ini ke Amerika Serikat
-
QRIS & GPN Disoroti dalam Negosiasi Dagang dengan Pemerintah AS
-
China Desak AS Batalkan Semua Kebijakan Tarif: Mari Kembali ke Jalan yang Benar