Ririn : Sabtu, 13 Februari 2021 10:53
Bendera Amerika Serikat di dalam Kamp VI Gugus Tugas Gabungan di Pangkalan Angkatan Laut AS di Teluk Guantanamo. (Reuters)

BUKAMATA - Pemerintah Joe Biden telah meluncurkan peninjauan resmi terkait masa depan penjara militer AS di Teluk Guantanamo di Kuba.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pada hari Jumat (12/02/2021) bahwa mereka bertujuan untuk menghidupkan kembali tujuan era Obama untuk menutup fasilitas kontroversial tersebut.

Menurut laporan Reuters, staff Biden sekarang sedang mempersiapkan tindakan eksekutif, dan akan ditandatangani oleh Presiden AS dalam beberapa minggu atau bulan mendatang.

Penjara Guantanamo dibangun untuk menampung tersangka asing setelah serangan 11 September 2001 di New York dan Washington.

Penjara lepas pantai itu melambangkan ekses dari "perang melawan teror" AS karena menerapkan metode interogasi yang keras yang menurut para kritikus sama dengan penyiksaan.

Pada tahun 2009, Barack Obama memerintahkan agar penjara itu ditutup. Namun keputusan itu dibalik oleh Donald Trump segera setelah ia menjabat pada tahun 2017.

Sekarang, masih ada 40 tahanan di sana, sebagian besar telah ditahan selama hampir dua dekade tanpa dituntut atau diadili.