PALOPO, BUKAMATA - Seorang pria di Palopo, JN dianiaya tiga pria dengan parang. Penyebabnya sepele, microfon. Ketiga pelaku, sudah dibekuk. Pelaku terakhir, Panggan (23), dibekuk tadi malam, Kamis, 11 Februari 2021. Sebelumnya, Yoga dan Aras sudah diamankan.
Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel Kompol Suprianto mengatakan, peristiwanya 17 Januari 2021 lalu.
Saat itu, korban sedang tidur di indekosnya di Jl. Benteng Raya Lr. 3 Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo.
Tiba-tiba, datang pelaku Panggan, berboncengan sepeda motor dengan Aras dan Yoga.
Sopir itu lalu mengetuk pintu kamar indekos korban. Lalu, korban membuka pintu.
"Apa ko carikan ka?" tanya Panggan begitu pintu terbuka.
"Microfonnya orang," jawab korban.
Kemudian pelaku mengatakan, "Bukan itu yang ko carikan ka." Tiba-tiba teman pelaku, Yoga, langsung menebas bahu kiri korban, juga pipi kiri korban sampai ke belakang bahu. Mendapat serangan senjata tajam, korban langsung melarikan diri.
Kompol Suprianto menambahkan, setelah menerima laporan korban soal penganiayaan itu, Tim Resmob Satreksrim Polres Palopo, melakukan serangkaian penyelidikan.
Mereka lalu memperoleh informasi, bahwa pelaku Panggan sedang berada di Jl. Andi Pangeran Ex. Jl. Rusa Kelurahan Luminda, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Pelaku sedang nongkrong bersama teman-temannya.
Selanjutnya tim menuju ke tempat yang dimaksud dan melakukan penangkapan terhadap pelaku.
Pelaku mengakui perbuatannya, mengantar pelaku Yoga dan Aras, menggunakan sepeda motor ke kos korban.
"Yoga terlebih dahulu diamankan dengan kasus yang berbeda, yaitu bom molotof," ungkap Kompol Suprianto.
Penulis: Maulana
BERITA TERKAIT
-
CCTV di Lokasi Dugaan Penganiayaan oleh Ketua DPRD Bone Rusak, Polisi Lanjut Periksa Saksi
-
Dugaan Aniaya Staf, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong Dipanggil BK
-
Ketua DPRD Bone Terlapor Kasus Penganiayaan, Beda Versi Keterangan Saksi dan Korban
-
Pemerintah Pastikan Proses Hukum Kasus Dugaan Kekerasan Perempuan di Cirebon Berjalan Profesional
-
Cinta Ditolak, Pelajar 17 Tahun Tega Habisi Nyawa Petugas Kebersihan di Luwu Timur