MAKASSAR, BUKAMATA - Asdianti Baso sosok yang disebut membeli Pulau Lantingiang di Kabupaten Selayar akhirnya memberikan klarifikasinya, Kamis (4/2/2021) di kanal YouTube Ridjal Jamal. Selain membantah persepsi tentang membeli pulau, dia juga mengurai alasannya ingin mengelola wisata alam di Pulau Latingiang.
Asdianti menyebut, kawasan Taka Bonerate adalah gugusan pulau koral terbesar ketiga di dunia, bahkan terbesar di Asia Tenggara. Sayangnya, potensi tersebut masih kurang maksimal dikembangkan.
"Selama ini, masyarakat tidak mengerti, kalau pulau kan tidak bisa ngomong. Yang ngomong itu orang, kalau there are something beautiful there," ungkap Asdianti.
Menurut Asdianti, pihaknya ingin membuat Resort Water Bungalow pada lahan di Pulau Lantingiang yang sudah dibelinya.
"Bungalow yang di atas air, (inspirasinya) dari Maldives, dari Misool Raja Ampat, dari Kadidiri Island. Saya kan suka diving, dan disana (Pulau Lantingiang red.) spot divingnya banyak," ungkapnya.
Terkait dengan kekuatiran dari sejumlah pihak akan adanya kerusakan ekosistem sebagai akibat dari pengelolan Pulau Lantingiang, Asdianti menyatakan, jika hal tersebut adalah persepsi yang keliru.
"Kita tidak akan merusak ekosistem, justru kita itu akan menjaga dan memperindah ekosistem di sana, biar wisatawan itu datang," jelasnya.
Asdianti menyebut, rencana ini merupakan proyek jangka panjang, sehingga tidak bisa dilakukan dengan cepat. Terlebih Pulau Lantingiang tidak dilengkapi infrastruktur yang memadai, seperti air bersih dan listrik.
"Dari Selayar kesana naik kapal ikan 4 jam, PP (pulang pergi) itu 8 jam. Jadi itu butuh waktu proses yang lama," ungkapnya.
BERITA TERKAIT
-
Pengurus DPP Permas Gelar Kerja Bakti Bersihkan Gedung Pertemuan Masyarakat Selayar
-
Rapsel Minta Perhatian Pemerintah Terhadap Pariwisata di Sulsel
-
Bantah Beli Pulau, Asdianti Sebut Hanya Ingin Kelola Sarana Wisata
-
Tinjau Pulau Lantigiang Selayar, Gubernur Sulsel: Tidak Jadi Dijual
-
Suami Bule, Ini Sosok Perempuan yang Beli Pulau Lantigiang Selayar