Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Berawal dari parodi, Permadi Arya akhirnya terkenal dengan nama Abu Janda. Begini sejarahnya.
JAKARTA, BUKAMATA - Permadi Arya kembali bikin geger. Cuitannya di platform media sosial Twitter, membuat aktivis media sosial itu, berurusan dengan Bareskrim Polri. KNPI melaporkannya karena cuitannya soal "Islam arogan". Juga soal ungkapan rasisnya terhadap Natalius Pigai. Hari ini, Senin (1/2/2021) ini, Permadi rencana akan diperiksa di Bareskrim.
Permadi lebih terkenal dengan sapaan Abu Janda. Bagaimana latar belakangnya sehingga Permadi Arya mendapat sapaan akrab Abu Janda?
Dia mengisahkan, pertama kali namanya populer sebagai Abu Janda sejak 2015. Saat itu tengah viral video Salim Mubarak At-Tamimi, WNI yang bergabung dengan ISIS di Suriah. Dalam videonya, Salim yang berganti nama menjadi Abu Jandal Al Yemeni Al Indonesia itu mengancam TNI, Polri, bahkan akan membunuh Panglima TNI ketika itu, Jenderal Moeldoko.
Permadi lantas membuat video tandingan. Dia memparodikan pesan ancaman Abu Jandal. Ia berdandan dan berpenampilan ala Abu Jandal dengan nama yang dimiripkan, 'Abu Janda al Boliwudi'. Sementara Abu Jandal mengancam TNI/Polri, Abu Janda memelesetkannya menjadi ancaman ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia).
Ternyata video parodi karyanya itu lebih viral dibanding buatan Abu Jandal. "Karena viral, nama Abu Janda keterusan. Jadi itu tidak ada kaitannya bahwa saya penyantun atau pengepul para janda," ungkap Abu Janda, dikutip dari Detik.
Dari kasus itu, Abu Janda punya pemahaman bahwa untuk melawan radikalisme dan terorisme itu sangat pas memakai resep humor. "Humor bisa mendelegitimasi sesuatu yang seram atau keras yang disuarakan para radikalis atau teroris," paparnya.
Lelaki kelahiran Serang, Banten, 14 Desember 1976 itu, pernah diwawancarai media asal Inggris, BBC. Judul beritanya, "Mengatasi Teroris dengan Humor". Nama Permadi Arya sebagai Abu Janda melambung hingga sekarang.
Sejak saat itulah, Abu Janda memutuskan fokus membuat konten yang melawan isu dan narasi radikal dan intoleran. Dalam menggarap konten-konten pendek, dia mengerjakannya sendiri. Khusus untuk yang berdurasi lebih dari satu menit untuk konsumsi di YouTube, dia melibatkan tim profesional.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33