Ulfa : Sabtu, 30 Januari 2021 15:33
Abu Janda. IST

BUKAMATA - Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait cuitan soal 'Islam arogan' di media sosial.

Laporan dibuat oleh Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan diterima oleh kepolisian dengan nomor STTL/033/1/2021/Bareskrim tertanggal 29 Januari 2021.

Terkait laporan tersebut, Bareskrim Polri menjadwalkan akan memeriksa Abu Janda pada Senin, 1 Februari 2021 mendatang.

"Benar dilayangkan panggilan terhadap Abu Janda terkait laporan 'Islam arogan'," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi, Sabtu (30/1/2021).

Diketahui, Abu Jada sebelumnya melontarkan kicauan di akun Twitter @permadiaktivis1 soal 'Islam agama arogan' saat bicara tentang agama impor yang menginjak-injak kearifan lokal.

"Islam memang agama pendatang dari Arab, agama asli Indonesia itu Sunda Wiwitan, Kaharingan dll. Dan memang arogan, mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan pake kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. Kalau tidak mau disebut arogan, jangan injak2 kearifan lokal @awemany," tulis Abu Janda.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menilai Abu Janda sudah terlalu banyak mengeluarkan pernyataan yang meresahkan masyarakat selama ini.

Menurut saya, Abu Janda ini sudah terlalu banyak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menurut saya telah banyak meresahkan masyarakat karena merendahkan agama Islam serta para ulama serta umatnya," kata Anwar Abbas.

Menurutnya, Abu Janda berperan merusak citra pemerintah maupun kepolisian. Untuk itu sepatutnya Abu Janda diperiksa usai dilaporkan oleh DPP KNPI ke Bareskrim Polri.

"Saya melihat peran yang bersangkutan di dalam merusak citra pemerintah, terutama citra Presiden Jokowi dan citra kepolisian di mata umat sangat besar," ungkap Anwar.

Untuk itu, Anwar Abbas meminta polisi serius menindaklanjuti laporan kepada Abu Janda. Menurutnya, kasus Abu Janda bisa jadi tolok ukur kinerja Kapolri baru.

"Bila tuntutan anak-anak muda ini tetap tidak ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian, maka citra polisi di mata masyarakat akan jatuh. Dan ini menurut saya benar-benar akan menjadi batu ujian dan alat ukur untuk dan dalam menilai kerja dan kinerja Kapolri yang baru," tukas Anwar Abbas.