Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Ambroncius Nababan mengklaim unggahan tersebut ditujukan untuk pribadi Natalius Pigai dan bukan untuk masyarakat Papua.
BUKAMATA - Ketua Umum Relawan Pro Jokowi-Amin (Projamin), Ambroncius Nababan akhirnya angkat bicara terkait unggahannya yang memuat foto Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai dan gorila.
Menurut Ambroncius, unggahannya di Facebook itu di latar belakangi pernyataan Natalius yang menolak vaksin Covid-19 Sinovac dan lebih memilih membeli vaksin dari luar negeri.
Sebagai relawan Jokowi, ia merasa marah dengan pernyataan Natalius itu. "Memang hak asasi manusia untuk menolak Sinovac, silahkan. Tapi jangan memprovokasi seakan akan Sinovac itu tidak baik, tidak bagus, tidak aman," kata Ambroncius, Senin (25/1/2021).
Dengan kondisi emosional, ia kemudian mencari sesuatu yang bisa diunggah terkait Natalius.
"Saya cari ini apa yang kira-kira bisa diposting untuk mengkritik beliau secara satire. Jadi saya lihat pas ada foto beliau dengan seekor gorilla," kata dia.
Ia mengklaim foto Natalius yang disandingkan dengan Gorilla itu sudah banyak beredar dan bukan buatannya. Ia mengaku hanya membuat kata-kata untuk unggahan itu.
Unggahan itu, kata dia, juga ditujukan untuk pribadi Natalius dan bukan untuk masyarakat Papua.
"Apalagi saya sudah puluhan tahun, saya di Papua sering, juga bertarung termasuk pernah caleg dari sana, kan enggak mungkin mengkhianati atau menghina rakyat Papua kan. Itu jauh sekali lah. Apalagi melakukan rasis, itu sangat tidak masuk akal," ujar dia.
Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Ambroncius Nababan, dianggap bersikap rasis terhadap tokoh Papua, Natalius Pigai.
Dalam unggahannya di Facebook, Ambroncius Nababan membagikan narasi yang membandingkan Natalis Pigai dengan gorilla dan kadal gurun.
Kader Partai Hanura ini mengunggah foto tersebut usai Natalius Pigai mengatakan bahwa menolak vaksin Covid-19 adalah hak asasi rakyat.
"Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat untuk manusia bukan untuk gorilla apalagi kadal gurun. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu divaksin. Faham?," tulis Ambroncius Nababan.
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50