Aswad Syam
Aswad Syam

Minggu, 24 Januari 2021 15:11

Suasana pengajian JPI Wollongong dan penggalangan dana bantuan untuk korban bencana alam di Sulawesi Barat.
Suasana pengajian JPI Wollongong dan penggalangan dana bantuan untuk korban bencana alam di Sulawesi Barat.

Mahasiswa Indonesia di Wollongong, Galang Bantuan untuk Korban Gempa Sulbar

Pengungsi korban gempa Sulbar, mendapat perhatian dari warga Indonesia di Australia. Mereka pun menggalang dana untuk membantu korban gempa Sulbar.

AUSTRALIA, BUKAMATA - Keprihatinan mendalam terhadap musibah gempa bumi yang terjadi di Provinsi Sulawesi Barat minggu lalu, datang pula dari diaspora Indonesia di Wollongong Australia. Ini dibuktikan dengan penggalangan dana yang dilakukan oleh pengurus kepada para anggotanya, yang terdiri atas mahasiswa dan pekerja yang sudah lama menetap di negeri Kanguru tersebut.

Wollongong adalah nama sebuah kota kecil yang berada di Negara Bagian New South Wales, sekitar 90 Km dari Kota Sydney sebagai kota terbesar dan menjadi ikon utama Negara Australia. Di sini terdapat sebuah universitas yang cukup terkenal yakni University of Wollongong. Sebagian besar mahasiswa asal Indonesia mengambil program doktor dan magister dalam berbagai disiplin ilmu di sini.

Ketua Jamaah Pengajian Illawara (JPI) Wollongong, Saeful A. Tauladani, yang menaungi perkumpulan warga Indonesia di sini, mengatakan, informasi tentang gempa bumi di Sulawesi Barat telah sampai kepada mereka. Baik melalui media sosial maupun media lokal Australia. Sehingga dalam acara pengajian di Kiama Illawara minggu lalu, pengurus berisiniatif menggalang dana untuk membantu meringankan beban bagi korban bencana dimaksud.

“Dana yang sudah terkumpul telah disalurkan ke Sulawesi Barat melalui perwakilan keluarga yang ada di Makassar, Sulawesi Selatan. Khusus hasil penggalangan dana ini, pengurus dengan sengaja memberikan langsung kepada keluarga korban yang meninggal dunia, baik pada saat bencana terjadi maupun yang meninggal dunia dalam pengungsian," ungkap kandidat doktor dalam bidang perikanan ini.

Sekretaris JPI, Haidir Fitra Siagian, mengatakan, terdapat 20 keluarga korban yang meninggal dunia yang telah mendapat santunan. Sebanyak lima belas keluarga berada di Kabupaten Mamuju dan selebihnya berada di Kabupaten Majene. Dana duka cita ini langsung ditransfer ke rekening masing-masing keluarga korban.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa dana yang disumbangkan dapat diterima langsung oleh keluarga korban yang meninggal dunia dan dimanfaatkan sesuai dengan keperluan mereka. Data korban yang meninggal dunia tersebut diperoleh dari hubungan dengan relawan yang mendatangi satu per satu kelurga korban.

“Kepada rekan-rekan relawan yang membantu mencari data tersebut, kami ucapkan terima kasih. Demikian pula kepada relawan yang ada di Makassar yang telah bersedia mentransfer satu per satu ke rekening keluarga korban," tambah warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini.

#Bantuan korban gempa Sulbar #Australia