Ririn : Rabu, 20 Januari 2021 17:45
Farah Shaheen

BUKAMATA - Polisi Pakistan telah menghentikan penyelidikan terhadap pria Muslim yang dituduh menculik seorang gadis Kristen berusia 12 tahun, menyiksa dan juga memperkosanya.

Korban, Farah Shaheen, diduga diikat di halaman rumah penculiknya yang berusia 29 tahun selama lima bulan.

Polisi menyelamatkan gadis itu di Faisalabad bulan lalu, dan menemukan luka akibat belenggu di pergelangan kakinya.

Namun kini pihak berwenang mengklaim bahwa mereka telah membatalkan dakwaan karena gadis itu mengatakan dia akan menikahi penculiknya.

Penyelidik mengatakan mereka telah mencabut tuntutan terhadap pria tersebut setelah Farah bersaksi bahwa dia telah setuju untuk menikah dengannya dan masuk Islam, menurut sebuah laporan di Times.

"Shaheen mengaku di depan hakim... bahwa dia menikah... atas kemauannya sendiri dan ingin tinggal bersamanya,'' kata petugas penyelidik Musaddiq Riaz kepada Times.

Ia menambahkan bahwa laporan polisi menunjukkan gadis itu berusia 16 atau 17 tahun. Namun akta kelahiran Farah mengkonfirmasi bahwa dia baru berusia 12 tahun pada Juni lalu.

Ayah Farah menolak laporan polisi, dan menyebutnya sebagai rekayasa. Ia mengklaim bahwa petugas bahkan mengabaikan laporan penculikan putrinya selama berbulan-bulan.

Dia telah meminta bantuan Perdana Menteri Imran Khan.

"[Dia] telah memberi tahu saya bahwa dia diperlakukan seperti budak. Dia dipaksa bekerja sepanjang hari, membersihkan kotoran di kandang ternak. Dia diikat ke rantai," kata ayahnya.

Keluarga mengatakan gadis itu diculik pada 12 Juni tahun lalu dan dia diperkosa beberapa kali.

Meski telah membuat banyak pengaduan ke polisi, sang ayah tidak dapat mengajukan laporan resmi hingga September.

Dia mengatakan polisi bahkan membuat komentar rasial tentang dia dan mengancam akan menuntutnya dengan penistaan agama.

Kasus ini telah ditangani oleh organisasi amal Kristen yang mengklaim sejumlah gadis diculik dan dipaksa menikah di Pakistan.