Redaksi : Senin, 18 Januari 2021 11:25
Barang bukti parang serta jasad korban.

MINSEL, BUKAMATA - Seorang sopir di Minahasa Selatan, tewas diparangi rekannya sesama sopir. Penyebabnya, hanya gara-gara senter hape pelaku sering mati hingga membuat korban menampar pelaku.

Kapolres Minahasa Selatan, AKBP S Norman Sitindaon membeber kronologinya. Hari itu, Sabtu, 16 Januari 2021, sekitar pukul 23.00 Wita. Di bengkel milik Marchel Tambun, di Desa Tenga, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minsel, Sulawesi Utara, Verna Laoh (37) sedang makan.

Sopir itu meminta Farly Tambun (24), rekannya sesama sopir untuk menerangi dia makan dengan lampu ponselnya. Namun, lampu ponsel itu sering mati. Terganggu, Verna Laoh marah. Dia lalu menampar Farly.

Tersinggung, Farly pulang ke rumahnya mengambil parang. Lalu kembali ke bengkel. Di sana, dia membantai bagian kepala korban Verna dengan parang. Korban Verna sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kalooran Amurang. Sayang nyawanya tak tertolong. Sementara itu, Farly melarikan diri. Dia bersembunyi di rumah temannya.

Minggu, 17 Januari 2021, Tim Resmob lalu menangkap pelaku Farly sekitar pukul 11.30 Wita di rumah temannya, di Kelurahan Liningaan, Kecamatan Tondano Timur.

Saat rumah itu dikepung, pelaku melakukan perlawanan. Dia mendorong salah satu anggota Resmob dan melarikan diri. Terjadilah pengejaran terhadap pelaku dan berhasil ditangkap setelah diberikan tembakan ke arah kaki dan mengena pada bagian betis kaki sebelah kiri. Kaki kanan juga dihadiahi 2 tembakan. Setelah diamankan, Farly dilarikan ke Rumah Sakit Tondano untuk perawatan luka tembak. Hasil pemeriksaan, kaki sebelah kanan mengalami patah tulang akibat tembakan.

Penulis: Maulana