Ulfa : Senin, 18 Januari 2021 15:55
Ilustrasi.

BUKAMATA - Sebanyak 29 orang telah meninggal di Norwegia dalam waktu singkat setelah menerima dosis pertama vaksin Covid-19.

Akibatnya, Norwegia kemudian memberi peringatan akan resiko vaksin Covid-19. Sebab, beberapa diantara mereka yang meninggal merupakan lansia, 80 tahun ke atas.

Menurut Badan Obat Norwegia (NMA) dari kematian tersebut, 13 telah diotopsi dengan hasil menunjukkan bahwa efek samping yang umum mungkin telah berkontribusi pada reaksi parah pada orang tua yang lemah.

"Ada 13 kematian yang telah dinilai, dan 16 kematian lainnya yang saat ini sedang dinilai," kata badan tersebut dikutip CNBC, Senin (18/1/2020).

Semua kematian yang dilaporkan terkait dengan orang tua dengan gangguan dasar yang serius. Kebanyakan mengalami efek samping seperti mual dan muntah, demam, reaksi lokal di tempat suntikan, serta memburuknya kondisi yang mendasarinya.

Bloomberg dan South China Morning Post (SCMP) menulis dalam program vaksinasinya, Norwegia hanya menggunakan vaksin besutan Pfizer BioTech. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru mengingat efek samping vaksin itu mungkin sangat berat bagi pada lansia.

"Bagi mereka yang memiliki 'kelemahan' parah, bahkan efek samping vaksin yang relatif ringan dapat menimbulkan konsekuensi yang serius," kata Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia (NIPH).

"Bagi mereka yang memiliki sisa masa hidup yang sangat singkat, manfaat vaksin mungkin kecil atau tidak relevan."

Sementara itu Pfizer BioTech dikatakan sedang bekerja sama dengan pemerintah Norwegia untuk menyelidiki kasus kematian ini. Belum ada komentar lagi dari pembuat vaksin AS dan Jerman itu.