Ditinggal Pengguna, WhatsApp Tunda Kebijakan Berbagi Data ke Facebook
Selama penundaan ini WhatsApp akan memberikan sosialisasi kepada pengguna mengenai privasi dan keamanan.
BUKAMATA - WhatsApp memutuskan untuk menunda kebijakan privasi baru yang rencananya akan berlaku pada 8 Februari 2021.

Pemicunya, kebijakan tersebut membuat banyak penggunanya meninggalkan WhatsApp. Bahkan mereka berbondong-bondong beralih ke Telegram dan Signal, karena khawatir privasi datanya bocor dengan kebijakan privasi terbarunya.
“Kami telah mendengar banyak orang yang kebingungan tentang kebijakan terbaru kami. Ada banyak informasi salah yang menyebabkan kekhawatiran dan kami ingin membantu semua orang memahami prinsip dan fakta yang sebenarnya,” tulis pihak WhatsApp.
Perusahaan telah mencoba meluruskan kesalahpahaman tersebut dengan mem-posting berbagai penjelasan di media sosial, termasuk menjelaskan informasi soal data apa yang dilindungi dan tidak ketika seseorang menggunakan WhatsApp.
"Pembaruan ini tidak memperluas kemampuan kami untuk berbagi data dengan Facebook. Kami akan mensosialisasikan secara bertahap untuk meninjau kebijakan dengan kecepatan sebelum opsi bisnis baru tersedia pada 15 Mei," bebernya.
Akibat kesalahpahaman tersebut, para pengguna WhatsApp perlahan mulai beralih ke platform chatting lain seperti Signal dan Telegram.
Sensor Tower melaporkan pada 7 Januari, pertama kali kebijakan baru WhatsApp diberlakukan, jumlah download aplikasi Telegram meningkat hingga 1,7 juta dan Signal sebesar 1,2 juta.
Sementara WhatsApp yang biasanya mendominasi industri platform chatting hanya meraih angka 1,3 juta. Jumlah perangkat yang menginstal WhatsApp juga menurun hingga 13 persen ke angka 10,3 juta di awal minggu 2021.
News Feed
Percepat Pembentukan BNNK Luwu Timur, Bupati Irwan Temui Kepala BNN RI
19 Juni 2026 21:11
Usia Baru 9 Tahun, Alya Hadirkan Tiga Buku Inspiratif untuk Anak Indonesia
19 Juni 2026 20:02
