Ririn
Ririn

Jumat, 08 Januari 2021 10:38

Donald Trump
Donald Trump

Irak Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Terhadap Donald Trump

Surat penangkapan itu terkait dengan serangan pesawat tak berawak yang menewaskan Jenderal Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis.

BUKAMATA - Irak mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Donald Trump pada hari Kamis (07/01/2021), sebagai bagian dari penyelidikan pengadilan Baghdad atas pembunuhan seorang pemimpin militer Irak dan seorang jenderal Iran.

Hakim Baghdad mengeluarkan surat perintah itu karena pengadilan sedang menyelidiki serangan pesawat tak berawak yang menewaskan Jenderal Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis.

Mereka tewas dalam serangan pesawat tak berawak di luar bandara ibu kota Januari tahun lalu.

Al-Muhandis adalah wakil kepala Pasukan Mobilisasi Populer Irak yang didukung negara dan pro-Iran, yang mencakup sejumlah milisi. Soleimani memimpin pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Iran.

Surat perintah penangkapan tersebut menyebutkan pembunuhan berencana. Jika terbukti, Trump dapat menghadapi hukuman mati. Namun, kemungkinan besar perintah itu tidak akan dilakukan, karena itu lebih merupakan simbol dari hari-hari terakhir Trump di kepresidenan.

"Surat perintah penangkapan terhadap Presiden Amerika Serikat yang akan diganti, Donald Trump, telah dikeluarkan sesuai dengan ketentuan Pasal 406 KUHP Irak," kata Dewan Yudisial Tertinggi Irak dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, dikutip Stuff.co.nz.

"Pilihan untuk mengeluarkan surat perintah dibuat setelah hakim mencatat pernyataan penggugat dari keluarga Abu Mahdi al-Muhandis,” tambahnya.

Penyidik juga berjanji untuk terus mengidentifikasi orang lain yang berpartisipasi dalam melakukan kejahatan tersebut, baik mereka orang Irak atau orang asing.

Serangan drone yang menewaskan Al-Muhandis telah memicu ketegangan besar antara AS dan Irak. Kelompok-kelompok yang didukung Iran telah meningkatkan serangan terhadap pasukan Amerika di Irak, dan mendorong Washington untuk mengancam akan menutup misi diplomatiknya di Baghdad.

#Irak #Donald Trump