JAKARTA, BUKAMATA - Pembelajaran tatap muka kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, tetap akan dimulai pada Januari 2021. Hanya saja, pelaksanaannya diserahkan penuh pada masing-masing pemerintah daerah, kepala sekolah, dan orangtua murid.
Menurut Nadiem, kedisiplinan protokol kesehatan masing-masing daerah, menjadi kunci penting saat pembelajaran tatap muka. Pasalnya, angka Covid-19 saat ini masih tinggi. Sehingga dikhawatirkan, jika pembelajaran tatap muka digelar tanpa protokol kesehatan yang ketat, justru akan menimbulkan klaster baru.
Bagi sekolah di zona hijau dan kuning yang akan melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, Nadiem bilang, mereka harus meminta izin orang tua untuk memulai kegiatan tersebut.
Kata dia, jika orang tua tak nyaman anaknya melakukan proses belajar tatap muka, maka bisa lanjut dengan pembelajaran jarak jauh.
Pembelajaran tatap muka lanjut dia, akan dilakukan secara bertahap dengan syarat 30-50 persen dari standar peserta didik per kelas.
Jumlah hari dan jam belajar, juga akan dikurangi. Sistemnya, bergiliran. Kelompok ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kebutuhan.
BERITA TERKAIT
-
Di Tengah Dukungan 12 Tokoh Antikorupsi, Praperadilan Nadiem Tetap Ditolak Hakim
-
Ini Tujuh Alasan Penetapan Tersangka Nadiem Makarim Tidak Sah
-
Nadiem Makarim Ditetapkan Tersangka Korupsi Pengadaan Laptop Sekolah untuk Daerah 3T
-
Besok, KPK Panggil Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim, Bahas Proyek Google Cloud
-
Nadiem Kaget Kasus Korupsi Laptop Rp 9,9 T Diusut, Kejagung Beri Penjelasan