MAKASSAR, BUKAMATA - RZ (46) dan menantunya, AJ (23), ditembak mati Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Rabu, 6 Januari 2021, sekitar pukul 06.00 Wita pagi. Keduanya terduga teroris yang masuk jaringan Anshor Daulah Islamiyah (ADI).
Mabes Polri mengungkap keterlibatan keduanya dalam serangkaian aksi teror. Salah satunya, pengeboman gereja di Jolo, Filipina, pada 2019 lalu. Saat itu, 27 Januari 2019. Sebuah bom meledak di sebuah gereja di Jolo, Provinsi Sulu, Filipina. Sebanyak 22 orang tewas dalam pengeboman ini dan ratusan orang cedera. Pengeboman ini sempat mendapat reaksi dari dunia internasional.
RZ dan AJ terpaksa ditembak mati di Villa Mutiara, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Tindakan tegas itu diambil Densus 88, lantaran keduanya melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.
"Saat dilakukan penangkapan, kedua pelaku melakukan perlawanan dengan masing-masing menggunakan senjata tajam jenis parang dan senapan angin jenis PCP," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan.
Penggerebekan itu dibenarkan Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana. "Sementara masih dalam pengembangan Kemudian masih dilakukan langkah-langkah olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi," ungkap Kombes Witnu.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Sinergi Kemenag dan Densus 88 Dorong Penguatan Wasathiyah di Palopo
-
Pemkot Makassar - Densus 88 Edukasi Masyarakat Terkait Bahaya Paham Radikalisme
-
Diduga Terlibat Jaringan Terorisme, Dua ASN Ditangkap Densus 88
-
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Tolitoli, Warga Kaget: Sehari-hari Jual Keripik
-
30 Eks Napi Teroris Dilatih Jadi Teknisi AC