BUKAMATA - Baru enam hari menjadi pasangan suami istri, Mario Francisco tega membunuh istrinya, Rafaela Francisco (19).
Peristiwa itu terjadi di apartemen mereka di Kota Sao Paulo, Brasil, pada 23 Desember 2020.
Saat itu, Rafaela sedang menyisir rambut saat Mario pulang ke rumah sambil menumpahkan kemarahan. Tiba-tiba Mario mengambil pisau lalu menusuk perut dan leher istrinya.
Sebelum meninggal, korban sempat mengirim pesan audio ke ibunya, itu menjadi kata-kata terakhir Rafaela sebelum meninggal.
Dalam pesan suara itu, terdengar Rafaela mengatakan, "Ibu, saya ingin pulang," sambil menangis.
Setelah membunuh istrinya, Mario menelepon ayahnya dan menceritakan kejadian itu. Dia pun dibawa sang ayah untuk menyerahkan diri ke polisi.
Menurut keterangan keluarga korban, ini bukan kali pertama Mario menganiaya Rafaela setelah pernikahan. Sebelumnya Mario berusaha mencekik istrinya.
Penganiayaan fisik dan psikologis diduga juga terjadi sebelum pernikahan mereka yang berlangsung menjelang Hari Natal.
Disebutkan, Mario marah karena Rafaela karena tak menghendaki pernikahan mereka. Bahkan setelah pernikahan Rafaela mengadu ke ibu mertuanya kalau dia ingin bercerai.
BERITA TERKAIT
-
Suami yang Timbun Jasad Isteri di Dalam Rumah Dituntut 20 Tahun Penjara
-
Fakta-fakta Kasus Suami Bunuh Istri dan Anak di Bulukumba
-
Alami Gangguan Jiwa, Seorang Ayah Bunuh Anak Dan Istri lalu Gantung Diri
-
Ngaku Dapat Bisikan Gaib, Suami Tega Bunuh Istrinya
-
Tolak Ajakan Hubungan Badan Suami, Wanita Kolaka Utara Ini Tewas di Ujung Pisau