Ririn
Ririn

Jumat, 25 Desember 2020 10:14

AFP
AFP

Aktivis HakPerempuan Ditembak Mati di Afghanistan

Beberapa hari sebelum kematiannya, Freshta Kohistani menulis di Facebook bahwa dia telah meminta perlindungan dari pihak berwenang karena menerima ancaman.

BUKAMATA - Aktivis hak-hak perempuan Afghanistan, Freshta Kohistani, tewas ditembak oleh pria bersenjata tak dikenal di provinsi Kapisa utara, Kamis (24/12)

"Orang-orang bersenjata tak dikenal, menggunakan sepeda motor membunuh Freshta Kohistani di distrik Kohistan di provinsi Kapisa," kata juru bicara kementerian dalam negeri Tariq Arian kepada wartawan.

Dia menambahkan bahwa saudara laki-laki Kohistani terluka dalam serangan itu.

Beberapa hari sebelum kematiannya, Kohistani menulis di Facebook bahwa dia telah meminta perlindungan dari pihak berwenang karena menerima ancaman.

Dan pada bulan November, dia bercuit: "Afghanistan bukanlah tempat tinggal. Tidak ada harapan untuk perdamaian. Katakan pada penjahit untuk mengukur (kain kafan pemakaman), besok bisa jadi giliran Anda.

Kohistani adalah mantan anggota dewan provinsi. Dia memimpin protes dan meningkatkan kesadaran di media sosial tentang kekerasan terhadap perempuan di Afghanistan.

Dia juga berkampanye untuk pemimpin veteran Abdullah Abdullah selama pemilihan presiden tahun lalu, dan menyelenggarakan sejumlah acara masyarakat sipil di Kabul untuk menuntut hak-hak perempuan.

Melalui sebuah postingan Facebook, Abdullah menggambarkan Kohistani sebagai aktivis pemberani dan tak kenal takut yang berada di garis depan kehidupan sipil dan sosial di Afghanistan. "Pembunuhan semacam itu tidak bisa diterima," katanya.

Sejauh ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap Kohistani.

Wanita berusia 29 tahun ini adalah aktivis kedua yang terbunuh dalam dua hari. Sebelumnya pada hari Rabu (23/12) seorang pendukung pro-demokrasi dibunuh di ibukota Kabul.

Pembunuhan mereka mengikuti pola serupa yang terlihat dalam beberapa pekan terakhir, di mana warga Afghanistan terkemuka tewas dalam pembunuhan yang ditargetkan di siang bolong, beberapa di antaranya di Kabul.

Mohammad Yousuf Rasheed, kepala organisasi pemantau pemilu independen, juga tewas ditembak dalam penyergapan di Kabul. Beberapa hari sebelumnya, pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor menggunakan pistol berperedam untuk membunuh jurnalis terkemuka Rahmatullah Nekzad. Reporter itu sedang berjalan ke masjid ketika diserang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Afghanistan

Berita Populer