Ulfa : Selasa, 22 Desember 2020 18:52
Yaqut Cholil Qoumas. IST

BUKAMATA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Ketua GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas sebagai menteri agama (Menag).

Yaqut Cholil Qoumas menggantikan posisi Fachrul Razi yang terdepak dari Kabinet Indonesia Maju setelah 14 bulan menjabat. Hal ini diumumkan langsung oleh Presiden Jokowi, pada Selasa (22/12).

Yaqut atau yang akrab disapa Gus Yaqut merupakan warga nahdliyin tulen. Ia tumbuh di lingkungan relijius, yakni di Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah. Ia dibimbing dan dibina langsung ayahandanya yang merupakan ulama terkemuka asal Rembang, KH Cholil Bisri, kakak KH Ahmad Mustofa Bisri.

Di samping aktif berkegiatan di pesantren, ia juga menempuh studi di pendidikan umum, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Studi perguruan tingginya juga ia tempuh di kampus umum, yakni Universitas Indonesia (UI) pada jurusan Sosiologi.

Aktivitasnya di tengah masyarakat sudah lama digelutinya. Saat menempuh studi di UI, ia juga aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Depok sebagai salah seorang pendiri.

Pengalamannya terus terpupuk hingga di usianya yang ke-30 tahun, ia memutuskan terjun ke politik praktis dan terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Rembang dari partai yang didirikan ayahnya bersama KH Abdurrahman Wahid dan para kiai lainnya, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Di tahun yang sama, 2005, Gus Yaqut terpilih sebagai Wakil Bupati Rembang periode 2005-2010. Kemudian, lima tahun berikutnya, ia terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2015-2019 sebagai Pengganti Antarwaktu (PAW) menggantikan Hanif Dhakiri yang dilantik menjadi Menteri Ketenagakerjaan.

Saat itu, ia duduk di Komisi VI meliputi bidang Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standardisasi Nasional.

Gus Yaqut kembali menjadi Anggota DPR RI pada periode 2019-2024 di Komisi II meliputi bidang Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepemiluan, Pertanahan dan Reforma Agraria.

Di samping aktifitasnya di dunia politik, Gus Yaqut juga mengabdikan dirinya sebagai Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor 2011-2016. Kemudian, ia pun secara aklamasi diamanahi sebagai Ketua Umum PP GP Ansor 2015-2020 pada Kongres XV di Pondok Pesantren Pandanaran, Yogyakarta.

Gus Yaqut sendiri memiliki relasi baik dengan Jokowi. Beberapa kali ia bersama pengurus GP Ansor bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan.

Ia juga vokal jika menyinggung masalah FPI dan Rizieq Shihab. Beberapa waktu lalu, Gus Yaqut berharap Imam Besar FPI Rizieq Shihab tak membuat kegaduhan kembali usai pulang ke Indonesia dari Arab Saudi.

"Dan tentu saja ke depan, tidak ada lagi kegaduhan-kegaduhan," kata Yaqut belum lama ini.

Meskipun demikian, Gus Yaqut juga kritis terhadap kebijakan pemerintah, salah satunya program Kartu Prakerja. Ia sempat menyebut rakyat saat ini tak butuh program Kartu Prakerja di tengah hantaman pandemi virus corona.