Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Pelaku pelemparan bom molotov, juga diidentifikasi dari narasi makian di secarik kertas yang ditemukan di Pos Polantas Flyover.
MAKASSAR, BUKAMATA - Ada makian yang ditinggalkan pelempar pos polantas di pos Flyover AP Pettarani dan Jl Hasanuddin Gowa. Isinya menjelek-jelekkan polisi.
Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana menyebutkan, pesan makian yang ditulis di secarik kertas itu memang benar adanya.
"Kalau kita lihat pesan-pesannya, kan ada kalimat-kalimat yang mengumpat, yang menjelekkan, mendiskreditkan, ada kalimat-kalimat yang tidak pantas dikeluarkan kepada institusi kami," kata Kombes Witnu, Selasa (15/12/2020) kemarin.
Pesan makian tersebut, kemudian dikaji penyidik. Tujuannya untuk mengungkap pelaku atau kelompok-kelompok siapa yang kerap menggunakan modus yang serupa.
"Ini kita kaji, modus-modus seperti ini kita kaji. Kelompok-kelompok mana yang biasa bermain dengan isu-isu seperti ini dan ini sudah bisa kita analisis ya," kata Witnu.
Saat ditanya apakah pola-pola meninggalkan pesan makian kepada aparat kepolisian mengerucut pada pribadi pelaku atau terhadap kelompok tertentu, Witnu mengaku belum bisa menyimpulka . "Ya ini masih kita lakukan penyelidikan ya, saya belum bisa menyimpulkan. Belum bisa kita ekspose," ungkapnya.
Polisi telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Hasilnya, polisi menemukan sidik jari yang diduga sebagai milik pelaku. Juga mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian yang menunjukkan pelaku pelemparan berjumlah satu orang.
"Aksi ini dilakukan oleh satu orang dari rekaman CCTV, tapi tidak tertutup kemungkinan dari pengembangan kita nanti mungkin lebih dari satu," ujar Witnu.
Selanjutnya polisi juga telah memeriksa saksi-saksi yang totalnya berjumlah enam orang. Para saksi terdiri atas polisi dan warga sekitar lokasi pos Polantas.
"Yang pasti dari kita ada dua anggota ya. Kemudian empat orang masyarakat sipil sudah kita lakukan pemeriksaan saksi-saksi," jelasnya.
Terkait insiden pelemparan molotov yang juga terjadi di pos Polantas di Gowa, Kombes Witnu menyebut koordinasi sedang berjalan dengan Polres Gowa. Koordinasi tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana keterkaitan dari dua insiden tersebut.
"Kita lakukan koordinasi, melakukan pemetaan dari durasi-durasi termasuk rekaman-rekaman CCTV yang ada di Gowa dan di flyover. Kita masih kembangkan apakah ada keterkaitan karena ini pola waktunya sangat berdekatan (beda 30 menit)," katanya.
Diberitakan sebelumnya, penyerangan pos Polantas terjadi di dua titik. Lemparan pertama terjadi di Pos Polantas Jalan Sultan Hasanuddin, Gowa, sekitar pukul 03.00 Wita, pada Minggu (13/12/2020). Sementara itu, lemparan kedua menimpa pos Polantas di wilayah flyover Makassar sekitar pukul 03.30 Wita.
Pasca insiden tersebut Polda Sulsel meminta anggotanya meningkatkan kewaspadaan.
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50