MAKASSAR, BUKAMATA - Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Dr Ir Hj Majdah M Zain MSi, begitu peduli terhadap kebutuhan khusus sebagai generasi Indonesia disabilitas. Karenanya, menjalin kerjasama dengan Universitas Patria Artha dan Special Olympics Indonesia (SOina).
Dalam MoU tersebut, Dr Majdah didampingi Dekan Pertanian UIM DR Ir Suardi Bakri Dan Kabag Humas dan Kerjasama UIM dr Wachyudi Muchsin SH, bertempat di kampus Universitas Patria Artha, Selasa, (15/12/2020).
Majdah yang juga ketua Special Olympics Indonesia Sulawesi Selatan itu mengatakan, dengan realita tingginya angka penyandang disabilitas intelektual di Indonesia, maka diperlukan satu wadah untuk mendukung upaya-upaya yang dilakukan dalam proses memandirikan penyandang Disabilitas Intelektual sebagai anak bertalenta khusus.
"Hari ini paling bersejarah untuk anak bertalenta khusus disabilitas intelektual, karena memiliki hak untuk hidup secara layak, bersosialisasi dan mengembangkan potensi dirinya melalui program olahraga khusus ini. Diharapkan mampu memenuhi fungsi sosialnya, dapat mandiri dan menjadi warga masyarakat yang dihargai dengan kolaborasi kerjasama ini antara Universitas Islam Makassar, Universitas Patria Artha dan Special Olympics Indonesia (SOina), kita bisa membantu anak bangsa penyandang disabilitas intelektual bertalenta khusus," pungkas Majdah.
Rektor Universitas Patria Artha, Dr Bastian Lubis SE MM memberi apresiasi besar atas kerjasama ini. Sebab saat ini kata dia, di kampus Patria Artha memiliki program neuro sains terapan, yang bisa membantu penyandang disabilitas intelektual bertalenta khusus, agar bisa hidup lebih layak.
"Tentunya kerjasama ini menjadi tonggak sejarah kepedulian kita bersama," ungkap Bastian.
Ketua umum Special Olimpics Indonesia Pusat Warsito Ellwein, memberi apresiasi kerja keras, kerja ikhlas yang ditunjukan pengurus SOina Sulawesi Selatan di bawah nakhoda Dr Majdah M Zain, yang juga rektor Universitas Islam Makassar, dengan mengajak semua pihak untuk peduli generasi bangsa penyandang disabilitas bertalenta khusus, penyandang disabilitas intelektual, termasuk kerjasama dua perguruan tinggi Makassar, yakni Universitas Islam Makassar dan Universitas Patria Artha.
"Salut buat kepedulian ini. Semoga bisa menjadi resonansi positif di seluruh Indonesia," harap Warsito.
TAG
BERITA TERKAIT
-
200 Mahasiswa UIM Ikut Dialog Penguatan Moderasi Beragama dan Dakwah Inklusif ll
-
OTK Serang Kampus Swasta di Makassar, Tangan Seorang Mahasiswa Nyaris Putus Diparangi
-
Fokus Penanganan Covid-19, Sehari UIM Jalin Kerjasama Biofarma dan BBLK Makassar
-
KKN UIM Jadi Agen Perubahan Prilaku Soal Covid-19 di Sulsel
-
KKN Tematik UIM di Bantimurung Maros Gelar Seminar Pentingnya Informasi Benar di Masa Pandemi Covid-19