MAKASSAR, BUKAMATA -- Kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Batua menjadi atensi serius Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beberapa waktu lalu, lembaga antirasuah tersebut dikabarkan melakukan peninjauan di lokasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri saat dikonfirmasi membenarkan hal itu.
"Rekan-rekan KPK dan BPK RI melakukan pemeriksaan di lokasi pembangunan RS Batua, Mereka ke lokasi pada Jumat kemarin didampingi penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel," kata Kombes Pol Widoni Fedri.
Lebih lanjut Dia mengatakan, kasus yang ditanganinya tersebut sudah dalam tahap penyidikan dan tinggal menunggu hasil audit kerugian negara.
"Subdit Tipikor memang sementara menangani kasus itu. Adanya dugaan korupsi dalam proyek itu tinggal menunggu hasil audit dari BPK. Kalau sudah ada langsung dilakukan penetapan tersangka," sebut perwira Polri tiga bunga ini.
Sementara itu Direktur Lembaga Anti Korupsi Sulsel (Laksus), Ansar yang sejak awal memantau perkara ini mendesak agar kasus itu dapat diusut tuntas dan mencari pihak yang bertanggung jawab atas mangkraknya kasus tersebut.
"Tentu ada yang bertanggungjawab dibalik permasalahan itu. Makanya saya sangat mengapresiasi karena KPK dan BPK turun langsung. Dengan begitu artinya sudah ada atensi," bebernya.
Diketahui, Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, telah melakukan pemeriksaan beberapa saksi termasuk rekanan dari PT Sultana Nugraha untuk mendalami penyidikan kasus renovasi puskesmas menjadi rumah sakit tipe C tersebut.
BERITA TERKAIT
-
Usai Terjaring OTT KPK, DPP PAN Pecat Lalu Ahmad Zaini dari Keanggotaan Partai
-
BREAKING NEWS! KPK OTT Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini
-
MUI Tegaskan LGBT dan Korupsi Masuk Kategori Pelanggaran HAM Berat
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara, Denda Rp1 Miliar, Uang Pengganti Rp809 Miliar
-
Kasus Korupsi Dana CSR BI dan OJK, Model Fitri Assiddikki Diduga Terima Rp2 Miliar Lebih dan Mobil Mewah dari Anggota DPR Heri Gunawan