Redaksi
Redaksi

Minggu, 13 Desember 2020 10:55

Ibu hamil meninggal setelah ditolak beberapa rumah sakit.
Ibu hamil meninggal setelah ditolak beberapa rumah sakit.

Kronologi Ibu Hamil Asal Bulukumba Meninggal Usai Ditolak Beberapa Rumah Sakit, Begini Penjelasan Pihak Rumah Sakit

Seorang ibu hamil dari Bulukumba meninggal setelah beberapa rumah sakit yang disinggahi tak memberikan pertolongan. Korban baru ditolong di rumah sakit terakhir. Namun sudah telat. Ibu hamil itu berpulang sesaat setelah dipindahkan ke ruang bersalin. Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Semoga ini yang terakhir.

MAKASSAR, BUKAMATA - Seorang ibu hamil asal Balimbing, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Hartini, meninggal pada Rabu, 9 Desember 2020. Janin yang dikandungnya ikut meninggal. Penjelasan pihak keluarga, itu setelah terlambat mendapatkan penanganan dari beberapa rumah sakit yang didatangi.

Salah seorang kerabat korban, Haerul mengatakan, usia kehamilan Hartina sudah 9 bulan. Lalu, sempat kejang saat akan melahirkan. Korban pun dibawa di tujuh rumah sakit, namun menolak membantu persalinan Hartina.

Awalnya kata Haerul, korban di bawa ke salah satu puskesmas di Bulukumba, lalu dirujuk ke salah satu rumah sakit di Bantaeng. Namun ditolak pihak rumah sakit.

Keluarga lalu membawa ibu hamil itu ke salah satu rumah sakit di Jeneponto, lagi-lagi ditolak. Begitupula saat dibawa ke salah satu rumah sakit di Takalar. Juga ditolak.

Dari Takalar ibu hamil yang terus merasakan kesakitan itu, dilarikan ke rumah sakit di Makassar dan lagi-lagi ditolak, karena tidak ada hasil rapid test. Begitu pula dua rumah sakit lainnya di kota daeng itu. Ada yang beralasan tidak ada ICU.

Hartina lalu dibawa ke rumah sakit yang ke-7. Di rumah sakit ini, korban sempat mendapatkan pertolongan pertama. Pertolongan dilakukan di dalam mobil ambulans. Tidak turun ke rumah sakit. Korban diberi oksigen dan suntikan anti kejang.

Dari situ, korban dilarikan ke RSUP Wahidin Sudirohusodo. Di rumah sakit rujukan utama ini, korban baru diberi tindakan. Namun, sudah terlambat. Sesaat setelah dipindahkan ke ruangan bersalin, Hartina menghembuskan napas terakhir.

Kepala Sub Bagian Humas RS Wahidin, Aulia mengatakan, Hartina tiba di RSUP Wahidin pada Rabu malam, 9 Desember 2020, sekitar pukul 20.45 Wita. Petugas langsung memasang oksigen, pemasangan gudel, pemeriksaan tanda vital, USG, pasang monitor, resusitasi jantung oleh tim codeblue.

"Namun kondisi pasien terus memburuk dan akhirnya dinyatakan meninggal pukul 20.58 Wita," ujar Aulia dikutip dari Kompas.

Jasad korban pun dipulangkan ke Bulukumba pukul 22.23 Wita oleh keluarganya.

Haerul sangat menyesalkan nasib korban. Berjuang antara hidup dan mati dari kampung, lalu terkatung-katung di kota hingga menemui ajal.

"Dari kampung sudah terkatung-katung hingga ke Kota Makassar. Pihak RS tidak punya hati nurani, bagaimana perasaannya kalau keluarganya yang mengalami hal yang sama," sesal Haerul.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#ibu hamil meninggal #Ditolak rumah sakit

Berita Populer