BUKAMATA, GOWA - Hingga akhir tahun 2020, kasus covid-19 belum juga hilang di Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Gowa, kasus ini banyak mengganggu aktifitas, Termasuk aktifitas pendidikan.
Data terbaru di Kabupaten Gowa, tertanggal 12 Desembar 2020, sebanyak 120 terkonfirmasi, sembuh 1564, meninggal 46 orang, semetara yang dirawat 82 orang dan isolasi mandiri sebanyak 38 orang.
Melihat kasus tersebut, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan berharap agar masyarakat patuh dengan protokol kesehatan (prokes) dan menerapka 3M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Termasuk rutin minum multivitamin.
Hingga saat ini, ia belum berani mengambil risiko dengan memberlakukan sekolah tatap muka untuk proses belajar mengajar di sekolah.
”Saya belum bisa membuka sekolah dan melakukan proses belajar mengajar tatap muka. Saya tidak mau ambil risiko. Saya belum setuju dengan itu. Contoh kita lihat sekarang terjadi kenaikan signifikan. Jangan sampai dengan dibukanya sekolah malah dampaknya tidak terkendali,” kata Adnan saat dimintai tanggapannya sebelum meninggalkan kantornya, Jumat (11/12/2020).
Dia tak menampik akan membuka sekolah pada akhirnya. Namun kata Adnan, itu baru bisa dilakukannya jika covid-19 betul-betul sudah hilang di Gowa dan yang lebih penting ketika sudah ada vaksin.
”Harapan saya, sekolah di Gowa baru kita buka setelah semua warga divaksin. Jadi selama vaksin belum ada, saya tidak mau mengambil risiko itu,” papar Adnan.
BERITA TERKAIT
-
KPH Jeneberang Bantah Terjadi Perambahan Hutan di Gowa
-
Rawan Eksploitasi, Aktivis Lingkungan Sorot Perubahan Status Kawasan Hutan di Bawakaraeng
-
Dibabat Habis di Hulu, Puluhan Hektare Hutan Lindung di Gowa Gundul Akibat Ilegal Logging
-
Filosofi di Balik Logo Baru HJG Ke-705: Ujung Badik, Embun, dan Tangan Pakarena
-
Sekolah di Luwu Timur Gelar Belajar Daring Hingga Situasi Kondusif