Redaksi : Jumat, 11 Desember 2020 16:47
Suasana diskusi interaktif bertema "Optimalisasi Peran TPAKD Dalam Rangka Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional” yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Kamis, 10 Desember 2020 kemarin.

MAKASSAR, BUKAMATA - Ekonomi Sulsel tidak dipungkiri sangat terdampak Covid-19. Itu terlihat dari perlambatan PDRB Sulsel tiga kuartal belakang.

Namun kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, semua negara mengalaminya. Semua daerah bernasib sama.

Hanya saja, Nurdin melihat, dengan berbagai upaya pemulihan ekonomi dan pengendalian Covid-19, ada siyal ekonomi Sulsel pulih.

"Melalui berbagai strategi dan sinergi pemulihan ekonomi nasional dan pengendalian penyebaran Covid-19 di Sulsel, kita melihat sinyal pemulihan ekonomi Sulsel, tercermin dari pertumbuhan ekonomi Sulsel triwulan III 2020 terhadap triwulan II 2020 (q-to-q) yang mengalami peningkatan sebesar 8,18 persen," urai Nurdin pada saat menjadi narasumber pada diskusi interaktif bertema "Optimalisasi Peran TPAKD Dalam Rangka Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional” yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Kamis, 10 Desember 2020 kemarin.

Selain Nurdin, Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sarjito dan Dirjen Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri RI, Mochamad Ardian N, juga turut menjadi narasumber. Dipandu oleh Tina Talisa.

Pada pemaparannya, Nurdin Abdullah mengatakan, daerah yang dipimpinnya berpenduduk 8,85 juta jiwa, terdiri dari 21 kabupaten dan tiga kota.

"Dari sini sudah dapat digambarkan berapa besar market di Sulsel. Dari segi pertumbuhan ekonomi, selama 5 tahun ke belakang, ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh progresif dan selalu berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Nurdin.

Nurdin bilang, sejak 2018, Sulsel mempertahankan posisi sebagai provinsi dengan pertumbuhan PDRB tertinggi di Indonesia.

Itu berdasarkan data BPS Kuartal III 2020 yang menunjukkan pertumbuhan PDRB Sulsel (-1,08 persen YoY) kembali berada di atas pertumbuhan PDB nasional (-3,49 persen YoY) di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, sinyal perbaikan ekonomi yang menguat, dengan pertumbuhan PDRB Q to Q atau secara kuartal ke kuartal sebesar 8,18 persen.

Nurdin menambahkan, dampak pertumbuhan ekonomi terhadap capaian pertumbuhan PDRB, diikuti peningkatan pendapatan perkapita sebesar 40 persen selama 5 tahun ke belakang.

"Tingkat pengangguran terbuka yang terkendali, tingkat kesejahteraan yang semakin merata tercermin dari GINI Ratio sebesar 0.38 dan tingkat kemiskinan sebesar 8,56 persen di bawah angka nasional (Nasional 9,22 persen per September 2019)," jelasnya.

Dari sisi struktur ekonomi berdasarkan sektor usahanya, menurut Nurdin, ekonomi Sulsel dimotori oleh sektor pertanian, perdagangan, konstruksi, manufaktur dengan komposisi pelaku usaha mayoritas adalah UMKM (98,61 persen).

Ia juga menyebutkan struktur ekonomi sektoral juga didukung oleh kredit perbankan Sulsel yang disalurkan sesuai dengan sektor-sektor unggulan di Sulsel, sehingga dapat memfasilitasi percepatan roda perekonomian.

"Dari profil spasial inilah kami menyusun kebijakan yang dapat menstimulasi pemulihan ekonomi nasional, khususnya di sektor-sektor unggulan dengan fokus kebijakan pada pelaku UMKM, yang salah satu instrumennya adalah melalui TPAKD Sulsel," tambahnya.