Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Kamis, 25 Juni 2026 22:58

Kontingen Sulsel menorehkan prestasi pada Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo, 20–25 Juni 2026.
Kontingen Sulsel menorehkan prestasi pada Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo, 20–25 Juni 2026.

Sulsel Borong Tiga Gelar Juara di PENAS XVII Gorontalo, Stand Agribisnis Terbaik Kategori Provinsi

Prestasi yang diraih di Gorontalo diharapkan menjadi dorongan untuk terus mengembangkan sektor pertanian yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi Sulsel sebagai salah satu sentra pangan utama Nasional.

GORONTALO, BUKAMATANEWS - Kontingen Sulsel menorehkan prestasi pada Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo, 20–25 Juni 2026. Sulsel berhasil meraih Juara I Stand Terbaik Kategori Pemerintah Provinsi, Juara I Lomba Asah Terampil, dan Juara I Lomba Yel-Yel.

Capaian tersebut menjadi salah satu hasil menonjol yang diraih Sulsel dalam ajang nasional yang mempertemukan petani, nelayan, pelaku agribisnis, penyuluh, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada PENAS XVII, Sulsel mengirimkan 990 peserta yang berasal dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, petani, nelayan, serta pelaku usaha sektor pertanian dan perikanan. Sebanyak 491 peserta diantaranya mengikuti program pemondokan di rumah warga Kelurahan Hotuo selama kegiatan berlangsung.

Keikutsertaan Kontingen Sulsel mendapat dukungan dari Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, yang mendorong para peserta untuk menampilkan potensi terbaik daerah di tingkat nasional.

Prestasi utama Sulsel diraih melalui Stand Pameran Agribisnis yang dinobatkan sebagai Juara I Stand Terbaik Kategori Pemerintah Provinsi. Penghargaan tersebut diberikan setelah melalui penilaian tim juri selama rangkaian kegiatan PENAS XVII.

Stand Sulsel menampilkan beragam komoditas unggulan daerah, mulai dari beras organik, produk hortikultura, kopi Toraja, hingga cokelat Luwu. Berbagai produk tersebut merepresentasikan kekuatan sektor pertanian dan perkebunan Sulawesi Selatan yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

Selain menampilkan produk unggulan, Sulsel juga memperkenalkan sejumlah inovasi pertanian, termasuk Program Mandiri Benih melalui pengembangan benih padi unggul dan varietas kentang yang dikembangkan untuk mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Pengunjung pameran tidak hanya melihat produk yang dipamerkan, tetapi juga dapat mengikuti sesi peracikan dan pencicipan kopi serta cokelat secara langsung. Aktivitas tersebut menjadi salah satu daya tarik stand Sulsel selama penyelenggaraan PENAS XVII.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam kontingen.

"Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh Kontingen Sulsel, mulai dari panitia PENAS, KTNA, pemerintah daerah, hingga para petani dan nelayan yang terus berinovasi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya," kata Bustanul.

Menurut dia, keikutsertaan Sulsel dalam PENAS XVII tidak hanya menjadi sarana promosi produk unggulan daerah, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan perkembangan sektor pertanian yang terus bergerak menuju peningkatan nilai tambah dan daya saing.

"Sulsel ingin menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga bagaimana menghasilkan nilai tambah, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Selain meraih predikat Stand Terbaik Kategori Pemerintah Provinsi, Kontingen Sulsel juga berhasil menjadi Juara I Lomba Asah Terampil dan Juara I Lomba Yel-Yel.

Keberhasilan tersebut memperkuat eksistensi Sulawesi Selatan dalam forum nasional sekaligus memperluas peluang promosi komoditas unggulan daerah kepada peserta dan pemangku kepentingan dari berbagai provinsi.

PENAS selama ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pameran, tetapi juga ruang bertemunya inovasi, pengalaman, serta jejaring antardaerah.

Bagi Sulsel, capaian pada PENAS XVII menjadi indikator bahwa pengembangan sektor pertanian tidak hanya bertumpu pada peningkatan produksi, melainkan juga pada kemampuan menghadirkan inovasi, memperluas akses pasar, dan meningkatkan nilai tambah produk.

Prestasi yang diraih di Gorontalo diharapkan menjadi dorongan untuk terus mengembangkan sektor pertanian yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi Sulsel sebagai salah satu sentra pangan utama nasional. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemprov Sulsel #Andi Sudirman Sulaiman #Fatmawati Rusdi #PENAS Gorontalo

Berita Populer