Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Seorang ibu di Nias Utara, tega membunuh anaknya saat anggota keluarganya yang lain ke TPS. Motifnya, himpitan ekonomi.
NIAS, BUKAMATA - Warga Dusun II Desa Banua Sibohou, Kecamatan Namohalu Esiwa, Nias Utara geger. Seorang ibu berinisial MT (30), tega menggorok leher tiga anaknya, YL (5), SL (4), dan DL (2). Ketiganya pun tewas bersimbah darah di rumahnya.
Paur Humas Polres Nias, Aiptu Yadsen Hulu, Kamis (10/12/2020), membeber kronologinya.
Rabu, 9 Desember 2020. Sekitar pukul 09.30 WIB. Nofedi Lahagu alias Ama Fina suami pelaku, yang juga ayah ketiga korban, pergi ke TPS II Desa Banua Sibohou. Mereka hendak memilih bupati dan wakil bupati Nias Utara. Dia pergi bersama putri sulungnya, Sefrina, serta ayahnya Faomambowo Lahagu alias Ama Oti, dan ibunya Setiani Zega alias Ina Oti. Saat itu mereka pamit pada MT yang tinggal di rumah bersama tiga putranya, YL, SL, dan DL.
TPS yang mereka datangi, berjarak sekitar 5 kilometer dari rumah yang didiami Nofedi, MT dan 4 anak mereka, serta Faomambowo dan Setiani.
Rumah mereka masuk ke pedalaman dan hanya terdapat beberapa rumah, jarak setiap rumah berjauhan.
Sekitar pukul 12.00 WIB, Faomambowo, Setiani, dan Sefrina pulang ke rumah. Sementara Nofedi masih tinggal di TPS.
Saat tiba di rumah sekitar pukul 13.30 WIB, Faomambowo, Setiani, dan Sefrina melihat YL, SL, dan DL, dalam keadaan dan tidak bergerak berlumur darah. Ada luka gorok di leher mereka. Sementara MT tidur telentang di samping mereka. Sebilah parang ada di sisinya.
Melihat kejadian itu, ketiga saksi kaget dan ketakutan. Sefrina menelepon tetangganya dan memberitahukan kejadian itu. Sekitar pukul 16.00 WIB, Nofedi tiba di rumah dan diberitahu mengenai kejadian itu.
"Sekitar pukul 17.00 WIB, personel Polsek Tuhemberua mendapat informasi telah terjadinya peristiwa pembunuhan itu. Kapolsek Tuhemberua AKP Ibe J Harefa bersama Kasat Reskrim Polres Nias AKP Junisar R Silalahi bersama personelnya langsung menuju tempat kejadian," jelas Yadsen.
Petugas langsung mengamankan MT dan meminta keterangan dari para saksi. Mereka juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan menyita barang bukti berupa sebilah parang.
"Jasad ketiga korban dievakuasi ke RSUD Gunungsitoli, untuk dilakukan visum et repertum," tambah Yadsen.
MT sudah diperiksa. Dari pemeriksaan awal itu, diketahui motif MT membunuh anak-anaknya karena faktor himpitan ekonomi.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33