Ferdinand Hutahaean Usulkan Polisi Penembak Mati 6 Laskar FPI Diberi Kenaikan Pangkat
Ferdinand Hutahaean meminta polisi penembak mati 6 pengawal Habib Rizieq Shihab dinaikkan pangkatnya.
JAKARTA, BUKAMATA - Dalam cuitannya di akun twitternya, Ferdinand Hutahaean mengusulkan polisi penembak laskar FPI,naik pangkat.

Mantan politisi Partai Demokrat itu menilai, tindakan 6 laskar FPI ditembak mati sudah tepat.
“Siapa pun dilarang membunuh di negara ini, termasuk presiden. Tapi aparat negara, alat negara yang mengambil tindakan tegas melakukan penembakan terhadap pelanggar hukum yang melawan dan membahayakan petugas adalah sah atas nama UU. Jadi itu bukan pembunuhan,” tulisnya.
“Aparat negara diberi kewenangan oleh UU untuk mengambil tindakan tegas dalam menjalankan kewajibannya. Termasuk menembak seseorang untuk menghentikan upaya yang membahayakan nyawa petugas, lingkungan, atau masyarakat lainnya. Prosedurnya jelas, aturannya ketat, mustahil Polri asal-asalan,” tambahnya.
Tindakan yang menurutnya sudah tepat itu, kata Ferdinand, mestinya membuat polisi tersebut mengalami kenaikan pangkat. Baik yang secara langsung menewaskan enam Laskar FPI, atau mereka yang bertugas di belakangnya.
“Naikkan pangkat para petugas polisi yang bertugas dan menewaskan enam orang di Tol Cikampek tersebut,” tegasnya.
Namun begitu mendapat penentangan dengan cuitannya itu, Ferdinand mencuit lagi, "Saya usul kenaikan pangkat luar biasa setingkat, ternyata membuat kelompok mereka naik tensi dan marah2, ujung2nya mencaci maki saya (emoticon wajah dengan air mata bahagia).
Masa ngasih usul saja tak boleh dan dicaci maki? Norak kalian ah drun..!"
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, mulanya dia dan rekan-rekan kepolisian mengendus adanya kemungkinan pengerahan massa, terkait pemeriksaan Habib Rizieq di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat. Tanpa ragu, pihaknya pun membuntuti kelompok tersebut.
Saat memasuki KM 50, kata Fadil, kelompok itu mulai bertindak ofensif dengan memepet dan menyerang polisi. Itulah kata Fadil, mengapa pihaknya melakukan perlawanan hingga melepas tembakan.
Imbasnya, enam orang yang diduga pengikut Imam Besar FPI tersebut meninggal dunia, sementara kendaraan polisi mengalami kerusakaan.
Sedangkan versi Habib Rizieq Shihab, saat itu dirinya dibuntuti oleh kendaraan yang tak beratribut polisi. Mereka mengira itu adalah kawanan preman. Karenanya, dua mobil laskar FPI di belakang, menghalangi mobil-mobil mereka maju ke mobil Habib Rizieq.
Dari situlah kata Habib, lantas laskarnya dihabisi oleh orang yang awalnya dikira Habib Rizieq adalah kawanan preman.
Habib Rizieq juga menegaskan, pernyataan yang menyebutkan kalau laskarnya bersenjata api adalah fitnah besar.
News Feed
Jemaah Haji Kloter 1 Embarkasi Makassar Batal Berangkat, Dinyatakan Hamil
26 April 2026 23:22
Sah! El Rumi Resmi Suami Syifa Hadju, Akad Berlangsung Sekali Ucap
26 April 2026 22:13
