Redaksi
Redaksi

Sabtu, 05 Desember 2020 13:31

Kalompok Ali Kalora
Kalompok Ali Kalora

Tujuh Sudah Dihabisi, Ini Nama 11 Kawanan Ali Kalora yang Diburu

Sebelas anggota Ali Kalora Cs masih diburu. Dulu ada 18 orang. Namun tujuh sudah dihabisi. Terbaru, ada dua ditembak mati di Parigi Moutong.

PALU, BUKAMATA - Mabes Polri sudah merilis foto 11 anggota MIT dalam daftar pencarian orang (DPO). Warga yang mengenalnya, diminta untuk memberitahukan ke kantor polisi terdekat.

Bagi yang tertangkap basah menyembunyikan para DPO itu, polisi juga akan menjeratnya dengan pidana. Itu diungkap Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono.

Sebenarnya, anggota kelompok Ali Kalora berjumlah 18 orang. Namun, 7 orang sudah dihabisi. Yang terbaru, dua anggota MIT, Aan alias Bojes dan Aziz Arifin alias Azis, tewas dalam baku tembak dengan TNI di Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolana, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, pada 16 November 2020 lalu.

Lima lainnya, sudah dihabisi Satgas Tinombala. Mereka masing-masing, Mohammad Faizal alias Namnung, Rauf Gandi Sabran alias Rajes, Udin, Ali alias Darwin Gobel, dan Muis Fahron alias Abdulah.

Diduga karena sakit hati akibat anggotanya dihabisi di Parigi Mouteng 16 November lalu, Ali Kalora Cs lantas melakukan aksi balasan. Empat warga Kecamatan Palolo, Sigi, Sulteng, dihabisi pada Jumat lalu.

Saat ini, pemerintah mengerahkan kekuatan untuk memburu Ali Kalora Cs. Selain Satgas Tinombala, ada 30 personel terbaik dari kesatuan elite TNI diterjunkan. Mereka adalah Kostrad, Marinir, dan Tontaikam atau Pleton Pengintai Keamanan. Mereka memburuh Ali Kalora di hutan Gunung Biru, Poso.

Berikut ini adalah nama lengkap anggota MIT yang masuk DPO:

  • Ali Ahmad alias Ali Kalora
  • Qatar alias Farel alias Anas
  • Askar alias Jaid alias Pak Guru
  • Abu Alim alias Ambo
  • Nae alias Galuh alias Mukhlas
  • Khairul alias Irul alias Aslam
  • Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama
  • Alvin alias Adam alias Mus'ab alias Alvin Anshori
  • Rukli
  • Suhardin alias Hasan Pranata
  • Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang

Menurut Brigjen Awi, kini MIT sedang dalam terdesak karena kehabisan bekal. Dampaknya, mereka meminta makanan kepada warga sekitar.

Berdasarkan hasil penyelidikan, jika warga memberikan makanan, maka MIT tidak melakukan tindak kekerasan, tapi kalau ada perlawanan hal tersebut tak dapat dihindari.

Mulai dari mencuri, merampok, tindaka kekerasan, bahkan hingga pembunuhan dilakukan oleh kelompok teroris tersebut.

Kemudian, Awi memaparkan bahwa Satgas Tinombala mengalami kesulitan dalam pengejaran MIT, karena faktor geografis.

Menurut pelacakan, pergerakan MIT berasal di wilayah pegunungan dengan ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut dengan rentang wilayah meliputi Poso, Parigi Moutong, dan Sigi.

Tak hanya itu, MIT juga menelsuri hutan lebat yang sangat dimanfaatkan untuk bersembunyi, apabila bahaya datang, mereka tiarap juga tidak ketahuan.

Bahkan, dari keterangan anggota kelompok MIT yang tertangkap, hutan yang lebat membuat mereka mudah bersembunyi dari kejaran Satgas Tinombala.

Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, mengatakan, pimpinan MIT, Ali Kalora sangat menguasai jalur hutan. Pasalnya, Ali Kalora adalah mantan penebang kayu. Dia bertahun-tahun hidup di hutan Gunung Biru, sehingga sudah hafal jalur di sana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Ali Kalora

Berita Populer