Aswad Syam
Aswad Syam

Selasa, 01 Desember 2020 16:23

Pesawat milik TNI AU yang membawa 30 pasukan elite TNI yang akan memburu Ali Kalora Cs.
Pesawat milik TNI AU yang membawa 30 pasukan elite TNI yang akan memburu Ali Kalora Cs.

Pasukan Elite TNI yang Ditugaskan Buru Ali Kalora Cs Sudah Tiba di Poso

Pasukan elite TNI yang ditugaskan memburu Ali Kalora Cs sudah tiba di Poso. Ada 30 orang. Terdiri atas, Kostrad, Marinir, juga Tontaikam. Mereka akan memback up Satgas Tinombala.

PALU, BUKAMATA - Selasa, 1 Desember 2020, TNI sudah memberangkatkan pasukan elitenya. Ada 30 orang. Terdiri atas Kostrad, Marinir, juga Tontaikam.

Saat ini, mereka sudah tiba di Poso. Itu diungkap Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Didik Suparnoto.

"Itu sudah sampai, sekarang sudah di Poso. Ini bantuan dari Mabes TNI. Sekarang 30 orang dikirim ke Poso untuk melakukan perbantuan, sudah sampai," ujar Didik.

Sebelumnya, TNI mengirim pasukan elite ini menggunakan pesawat TNI AU. Mereka berangkat dari Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Puspen TNI) dalam keterangannya, Selasa (1/12/2020), menerangkan, pasukan tersebut dikirimkan dalam misi memperkuat pasukan yang sudah ada di Poso, Sulteng, untuk menindak tegas pelaku pembunuhan warga sipil di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, pada Jumat (27/11/2020) lalu, yang diduga dilakukan kelompok MIT pimpinan Ali Kalora.

"TNI akan menindak tegas atas pelaku pembunuhan yang dilakukan oleh MIT," tegas Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI mengharapkan doa seluruh bangsa Indonesia, agar operasi ini bisa berjalan dengan lancar. Dia juga berharap, masyarakat mendukung operasi menangkap kelompok MIT pimpinan Ali Kalora ini.

"Dengan dukungan operasi tersebut, saya yakin kelompok MIT yang melakukan kejahatan atas penduduk yang tidak berdosa segera tertangkap," ungkapnya.

Kapolri Jenderal Idham Azis, diperintahkan Presiden Jokowi, untuk mengusut tuntas jaringan pelaku pembantaian di Sigi.

"Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akarnya," kata Presiden Jokowi dalam pernyataannya seperti disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/11/2020).

Sementara itu, Jenderal Idham Azis sudah memerintahkan kepada anggotanya, untuk menembak mati Ali Kalora Cs jika melawan pada saat akan ditangkap.

Saat ini, anggota Ali Kalora Cs tinggal 11 orang. Termasuk Ali Kalora sendiri. Mereka juga cuma dilengkapi dua pucuk senjata api. Satu laras panjang. Yang lainnya laras pendek. Senjata laras panjang, dipegang oleh Ali Kalora. Itu diungkap Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Didik.

#Ali Kalora