Aswad Syam
Aswad Syam

Senin, 30 November 2020 15:30

Ali Kalora Cs, terduga pelaku pembantaian 4 warga di Sigi, Sulteng.
Ali Kalora Cs, terduga pelaku pembantaian 4 warga di Sigi, Sulteng.

Tak Hanya Incar Warga Nonmuslim, Ali Kalora Juga Bantai Warga Muslim

Tak hanya incar nonmuslim, beberapa korban Ali Kalora Cs ternyata juga adalah warga muslim. Di antaranya, Daeng Tapo dan Ajeng. Institut Mosintuwu pun meminta agar oknum-oknum tak memantik isu penyerangan agama dalam kasus pembantaian di Sigi tersebut.

POSO, BUKAMATA - Pembantaian yang dilakukan Ali Kalora Cs, tidak hanya menyasar warga Nonmuslim. Beberapa korban lainnya diketahui merupakan warga beragama Islam.

Itu diungkap Direktur Institut Mosintuwu Lian Gogali. Institut Mosintuwu, adalah salah satu organisasi yang secara khusus meneliti sejarah kekerasan di Poso dan di Sulawesi Tengah. Organisasi itu menyebut, kelompok MIT melakukan penyerangan secara acak. Tanpa memandang latar belakang suku, juga agama.

"Aksi keji MIT tidak memandang agama. Mereka martir teroris yang aksi kejinya dibenci oleh semua agama," kata Direktur Institut Mosintuwu Lian Gogali dilansir dari Suara.

Ini penting diungkap Institut Mosintuwu, agar konflik berlatar agama tak terulang di daerah itu. Konflik masa lalu itu, meninggalkan trauma mendalam terhadap warga.

Berdasarkan data yang dimiliki Institut Mosintuwu, Gogali lantas membeber korban-korban kekejaman Ali Kalora Cs lewat kelompok Mujahidin Indonesia Timur-nya.

Menurut Gogali, pada 8 April 2020, kelompok MIT melakukan pembunuhan keji pada Daeng Tapo. Dia muslim. Kemudian pada 19 April 2020, Ali Kalora Cs lantas menghabisi Ajeng. Seperti Daeng Tapo, Ajeng juga muslim.

Lantas, pada 8 Agustus 2020, kelompok MIT melakukan pembunuhan terhadap Agus Balumba, yang beragama Kristen. Jauh sebelumnya, pada 3 September 2019, kelompok MIT juga membunuh Wayan Astika yang beragama Hindu.

Terakhir, 27 November 2020 kemarin, Ali Kalora secara kejam membunuh Naka, Pedi, Yasa, dan Pinus, yang keempatnya beragama Kristen.

Atas hal itu, Gogali meminta semua pihak untuk berhenti dan tidak menyebarkan isu penyerangan agama dalam kasus tersebut. Di sisi lain, mereka mendorong aparat kepolisian untuk menegakkan hukum atas kejahatan keji yang dilakukan oleh kelompok MIT.

"Warga Sulawesi Tengah, terutama Poso telah belajar bagaimana agama dipermainkan sebagai isu untuk membelah solidaritas masyarakat. Kejadian ini tidak boleh melengahkan kita kembali ke masa kelam itu lagi," tegasnya.

Hal senada diungkapkan Kapolda Sulteng, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso. Menurutnya, Ali Kalora Cs memilih korbannya secara acak. Tujuannya, menciptakan ketakutan atau teror di tengah-tengah warga. Aksi teror itu dilakukan menyusul terbunuhnya dua anggota Ali Kalora serta tertangkapnya anggotanya yang lain.

Komandan Korem 132/Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf meminta warga tak lagi memberi informasi kepada Ali Kalora Cs, juga memasok bahan makanan ke kelompok kriminal bersenjata tersebut. Hal senada diungkap Rektor IAIN Palu, Prof Sagaf Pettalongi. Menurutnya, tindakan Ali Kalora Cs sangat keji, dan tak berprikemanusiaan. Karenanya, dia meminta warga tak lagi membantu kelompok tersebut. 

#Ali Kalora #Pembantaian di Sigi