PSM Makassar Siap Tantang Persis Solo di Manahan: Trucha Lakukan Rotasi, Abu Kamara Starter
29 November 2025 19:07
Pada hari Minggu, polisi menggerebek rumah dan klinik dokter Luque untuk mencari bukti pembunuhan terhadap Diego Maradona
BUKAMATA - Kematian Diego Maradona sedang diselidiki atas kemungkinan pembunuhan. Dokternya, Leopoldo Luque, diduga telah melakukan kelalaian medis sehingga menyebabkan kematian legenda sepak bola itu.

Maradona meninggal karena serangan jantung pada hari Rabu di rumahnya di pinggiran ibu kota Buenos Aires.
Pada hari Minggu, polisi menggerebek rumah dan klinik dokter Luque untuk mencari bukti. Penyidik juga sedang memeriksa semua staf medis yang terlibat dengan perawatan Maradona.
Namun Luque membantah melakukan kesalahan. Dengan berlinang air mata, dia mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak melakukan kesalahan, dan "seseorang sedang mencoba menemukan kambing hitam, padahal tidak ada."
"Tidak ada kesalahan medis dari pihak siapa pun. Diego mengalami serangan jantung. Pada pasien dengan kondisinya, kematian seperti itu paling umum di dunia. Segala kemungkinan dilakukan untuk mencegah kejadian itu," kata Luque dalam konferensi pers dadakan di rumahnya, dikutip Bernama.com.
"Mereka mengambil riwayat kesehatannya dan tes yang saya lakukan. Perangkat elektronik. Hard drive yang saya miliki 20 tahun yang lalu. Semua telepon. Sebenarnya saya terkejut, karena ketika Diego meninggal, saya tiba di tempatnya dan kantor kejaksaan sudah bekerja. Mereka tidak mengajak saya bersaksi. Saya tidak berpikir begini caranya," katanya.
Penggerebekan itu terjadi setelah anggota keluarga Maradona dilaporkan memberi tahu penyelidik bahwa mereka telah menyaksikan perkelahian antara Maradona dan dokter pribadinya.
Putri Maradona, Dalma dan Giannina juga mempertanyakan apakah obat yang diterima ayah mereka sudah sesuai.
Maradona telah menjalani operasi pembekuan darah otak pada awal November. Luque mengizinkannya meninggalkan rumah sakit delapan hari kemudian. Dokter mengatakan dia telah melakukan "semua yang dia bisa, sampai yang tidak mungkin," untuk menyelamatkan nyawanya.
29 November 2025 19:07
29 November 2025 18:30
29 November 2025 17:11
29 November 2025 09:50
29 November 2025 11:25
29 November 2025 16:15
29 November 2025 12:27
29 November 2025 13:56