BONE, BUKAMATA - Kamis malam, 19 November 2020. Pasangan pengantin baru Sakka (20) dan Selmi (14), berada di rumah orang tua Selmi, di Jalan Sukawati, Watampone. Pasangan itu baru menikah pada 4 Oktober 2020 lalu.
Supri, paman Selmi menceritakan, saat itu tak ada permasalahan apa-apa antara korban dan pelaku. Keduanya malah tampak akur.
Saat itu, Sakka membantu keluarga mertuanya mengangkat kayu. Kebetulan saat itu beber Supri, rumah di Jl Sukawati tengah direnovasi.
Lalu pada sekira pukul 22.00 Wita, keduanya pamit. Hendak pulang ke rumah orang tua Sakka di Lingkungan Harapan Tallumae, Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang.
"Mereka juga sempat sama-sama bilang, 'berangkat meka', ketika hendak meninggalkan rumah pada pukul 22.00 Wita," ujar Supri.
Sejam setelahnya, yakni pukul 23.00 Wita, keduanya terlibat pertengkaran di rumah orang tua Sakka. Namun sempat dilerai Jafar, ayah Sakka. Pertengkaran mereda.
Namun, pada pukul 03.00 Wita, Jumat, 20 November 2020, pertengkaran kembali terjadi. Malah tambah keras. Pasalnya, Sakka sudah menghunus badik.
Jafar mengaku tak berdaya lagi untuk melerai. Sakka menghunus badik ke arah Selmi. Namun, sang istri menghindar dengan melompat. Saat itu, dia jatuh tersungkur di dekat tangga. Saat itulah Sakka melompat dan menikamnya puluhan kali.
Selmi tewas di tempat. Sedangkan Sakka melarikan diri. "Saat ini dalam pengejaran," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanete Riattang, Iptu Samson.
Di Mapolsek Tanete Riattang, Jafar mengaku tak tahu apa yang dipertengkarkan pelaku dan korban. Sementara teman korban Nur, mengaku korban pernah curhat, hendak minta cerai.
BERITA TERKAIT
-
Tragis! Seorang Ibu di Bone Tewas Dianiaya Anak Kandung
-
Terbakar Api Cemburu, Dua Perempuan Paruh Baya di Bone Bertikai, Berujung Penikaman
-
Oknum TNI AU Tikam Pria di Makassar Hingga Tewas
-
Emosi Ditantang Duel, Pemilik Kontrakan di Bone Tikam Tamu Penyewa Hingga Tewas
-
Diplomat Indonesia Zetro Purba Tewas Ditembak OTK di Peru