Aswad Syam
Aswad Syam

Sabtu, 21 November 2020 11:45

Agus Surbakti, pembunuh Emy Listiyani.
Agus Surbakti, pembunuh Emy Listiyani.

Kronologi Tewasnya Calon Pengantin Wanita, Sempat Berhubungan Badan dengan Selingkuhan Sebelum Dicekik

Seorang calon pengantin di Semarang dibunuh selingkuhannya. Sebelum dibunuh, korban dan pelaku sempat berhubungan badan.

SEMARANG, BUKAMATA - Agus Surbakti tertangkap. Pria inilah yang menghilangkan nyawa Emy Listiyani (26), seorang vlogger yang akan melangsungkan pernikahan dengan dengan calon suaminya pada 13 Desember 2020 mendatang. Jasadnya ditemukan tewas terbunuh di Jalan Pramuka, Sumurrejo, Gunungpati, Kota Semarang, Jumat (13/11/2020) pagi.

Dalam konferensi pers terkait pengungkapan kasus pembunuhan calon pengantin wanita tersebut, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliansyah Lubis membeberkan kronologinya.

Sore itu, Kamis, 12 November 2020. Di Katering Restu, pada jam pulang kerja, Emy berpamitan kepada rekan-rekannya. Juga atasannya. Ia bilang, hari itu terakhir bekerja. Besok, dia akan fokus mengurus pernikahannya. Mau prewedding juga. Baju pengantinnya lalu dia simpan di jok sepeda motor.

Emy pun meninggalkan rekan-rekannya setelah berpelukan. Sekitar pukul 19.30 WIB, Emy menghubungi ibunya melalui handphone. Dia bilang, pulangnya agak telat. Ada dia urus. Namun dia tak memperjelas ke ibunya soal urusannya.

Malam itu, Emy sedang menemui Agus Surbakti. Dia hendak menagih utang Rp11 juta yang dipinjam pria selingkuhannya itu. Meski akan menikah, Emy menurut pengakuan Agus, tetap menjalin hubungan dengannya.

Agus lalu mengajak Emy ketemuan di indekos Agus, di Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Sesampainya di indekos, pelaku dan korban kemudian melakukan hubungan badan.

Namun setelah hubungan badan, korban kembali menagih utang kepada pelaku. "Saat itulah AS (Agus Surbakti) mencekik lehernya (korban) hingga meninggal dunia," tutur Kombes Auliansyah.

Lalu pada pukul 20.30 WIB, ibu korban, Siti Sakdiah, mengirim chat di WA-nya. Sang ibu khawatir. Karena biasanya jam 7 malam sudah di rumah. Namun, pesan ibu hanya centang satu. Sampai sekarang. Diduga, saat itu Emy sudah dihabisi.

Setelah dibunuh, korban dibawa pelaku ke TKP Jalan Pramuka tempat Emy kemudian ditemukan tewas.

Mayat Emy dimasukan oleh pelaku ke dalam sleeping bag, kemudian dibawa dari indekos ke TKP menggunakan sepeda motor.

Motor yang dibawa merupakan milik korban. Kemudian juga ditinggalkan di TKP. Dibaringkan. Seolah-olah sepeda motor itu kecelakaan. Lalu, korban dipakaikan helm. Lalu dibuang ke semak-semak. Maksud pelaku, supaya mengesankan kalau Emy adalah korban kecelakaan lalu lintas.

Besoknya, Jumat, 13 November 2020 pagi, jasad Emy ditemukan. Hasil autopsi kemudian menegaskan, Emy tewas dibunuh.

Padahal, sebulan lagi Emy akan menikah dengan kekasihnya, Ibnu Rosikin, seorang Sekuriti di Universitas Negeri Semarang. Tepatnya, 13 Desember 2020 mendatang. Persiapan sudah dilakukan. Cetak undangan sudah. DP katering dan dekorasi juga sudah dibayar. Demikian pula suvenir dan APD, juga sudah kelar.

"Tadi uangnya dikembalikan semua,” ungkap sang ibu, Siti.

#Pembunuhan