PALEMBANG, BUKAMATA -- Setelah bersembunyi, dua kakak beradik pembunuh pengantin baru di Palembang, Candra (23) dan Calvin (19), akhirnya dibekuk pihak Polrestabes Palembang, pada Selasa, 17 November 2020. Selanjutnya diserahkan ke Polsek Kertapati.
Keduanya mengaku membunuh Fran (22), pemuda yang baru saja mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Ananda.
Alasannya, karena dendam. Fran pernah menikam ketiak kiri Candra. Itu sebulan lalu. Saat itu, Candra menegur Fran yang hendak BAB sembarangan. Fran tersinggung, keduanya duel. Namun dilerai. Saat Candra hendak pulang, dia ditikam. Dia baru rasa saat di rumah. Ketiak kirinya berdarah. Namun tak melapor polisi. Candra menunggu itikad baik Fran untuk meminta maaf.
Hari berlalu. Permintaan maaf Fran tak kunjung tiba. Akhirnya pada Rabu (28/10/2020) lalu. Candra menenteng parang. Dia dilihat Calvin, adiknya. Cepat Calvin menyambar badik. Lalu menyusul kakaknya ke sebuah tempat penyewaan tenda di Kertapati, Palembang.
Tanpa banyak bicara, Candra dan Calvin langsung mengejar korban di tempat kerjanya. Kemudian, Calvin langsung menusukkan badik ke perut korban. Dua kali. Melihat korbannya tewas, pelaku melarikan diri.
Di rumah sakit, jasad Fran disemayamkan. Seorang wanita muda, tampak menangis histeris. Dia adalah Ananda, istri Fran. Perutnya agak buncit. Dia tengah mengandung anak Fran.
Hari itu, Ananda masih teringat. Saat sang suami hendak berangkat kerja. Dia mencium perut Ananda. Lalu berbicara seolah bercakap dengan bayinya. "Tunggu papa di rumah ya. Papa pergi cari uang dulu," ujar Ananda menirukan ucapan suaminya.
Di mata Ananda, Fran adalah suami bertanggung jawab. Rela bekerja apa saja, demi memenuhi kebutuhan mereka sebagai pasangan muda yang sebentar lagi akan punya anak.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Tragis! Seorang Ibu di Bone Tewas Dianiaya Anak Kandung
-
Oknum TNI AU Tikam Pria di Makassar Hingga Tewas
-
Emosi Ditantang Duel, Pemilik Kontrakan di Bone Tikam Tamu Penyewa Hingga Tewas
-
Diplomat Indonesia Zetro Purba Tewas Ditembak OTK di Peru
-
Pelaku Pembunuhan Sadis di Selayar Dinyatakan Alami Gangguan Jiwa, Polisi Serahkan ke Dinsos