Redaksi
Redaksi

Rabu, 18 November 2020 13:06

Doa-doa Emy.
Doa-doa Emy.

Daftar Doa Gadis Cantik Korban Pembunuhan Terselip di Al-Quran

Seorang gadis asal Semarang, tewas terbunuh. Ada kertas terselip di Al-Quran yang sering dia baca. Di situ, ada daftar nama orang yang dia doakan sehabis salat.

SEMARANG, BUKAMATA - Minggu pagi, 15 November 2020. Siti Sakdiah membuka Al-Quran. Menelusuri lembaran demi lembaran yang biasa dibaca putrinya, Emy Listiyani (26), yang ditemukan tewas terbunuh di Jalan Pramuka, Sumurrejo, Gunungpati, Kota Semarang, Jumat (13/11/2020) pagi.

Pandangan Emy tiba-tiba terhenti. Dia melihat ada dua lembar kertas. Terselip di Al-Qur'an. Segera Siti mengambil kertas itu. Tangis Siti kembali pecah. Lembaran kertas tersebut berisi daftar doa yang selalu dipanjatkan Emy sehabis salat lima waktu.

Di antaranya, mendoakan dirinya, kedua orang tuanya, Ibnu calon suaminya, teman-temannya, serta CV Restu Ibu tempatnya bekerja.

“Dia itu rajin mengaji setelah salat,” kata Siti dengan mata berkaca-kaca.

Sebulan lagi Emy akan menikah dengan kekasihnya, Ibnu Rosikin, seorang Sekuriti di Universitas Negeri Semarang. Tepatnya, 13 Desember 2020 mendatang. Persiapan sudah dilakukan. Cetak undangan sudah. DP katering dan dekorasi juga sudah dibayar. Demikian pula suvenir dan APD, juga sudah kelar.

"Tadi uangnya dikembalikan semua,” ungkap Siti.

Terakhir Siti bertemu putrinya pada Kamis (12/11/2020) pagi. Saat itu sekitar pukul 07.00 Wita. Emy baru saja hendak berangkat kerja. Dia bekerja di katering Restu Ibu, Susukan, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Di Katering Restu, pada jam pulang kerja, Emy berpamitan kepada rekan-rekannya. Juga atasannya. Ia bilang, hari itu terakhir bekerja. Besok, dia akan fokus mengurus pernikahannya. Mau prewedding. Baju pengantinnya dia simpan di jok motor.

Emy sempat menghubungi ibunya melalui handphone pada Kamis (12/11/2020) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Dia bilang pulang agak lambat. Ada dia urus.

Lalu pada pukul 20.30 WIB, ibunya mengirim chat di WA-nya. Sang ibu khawatir. Karena biasanya jam 7 malam sudah di rumah. Namun, pesan ibu hanya centang satu. Sampai sekarang.

Tahu-tahu pada Jumat pagi, seorang menemukan jasad korban. Tergeletak di samping sepeda motornya. Di dekat semak-semak sepi penduduk, di Jalan Pramuka, Sumurrejo, Gunungpati, Kota Semarang. Masih memakai helm. Ada luka di bagian leher belakang.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana mengatakan, tersangka sudah ditangkap saat berusaha kabur ke Nusa Tenggara Barat. Ditangkap setelah turun dari kapal di Sumbawa pada Senin, 16 November 2020. Namanya Agus. Usianya 36 tahun. Diduga kabur ke tempat asalnya di Lombok Barat, setelah membunuh korban.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pembunuhan