Ririn
Ririn

Sabtu, 14 November 2020 18:35

Presiden RI Joko Widodo
Presiden RI Joko Widodo

KTT ASEAN: Indonesia Soroti Hubungan Dengan AS, Selandia Baru dan Australia

Pada KTT ASEAN-Selandia Baru, Presiden Joko Widodo menyerukan kemitraan yang lebih erat antara kedua belah pihak dalam sejumlah masalah.

BUKAMATA - Indonesia menyoroti hubungan dengan AS, Selandia Baru, dan Australia selama KTT ASEAN pada 14 November.

Pada KTT ASEAN-AS, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, yang mewakili Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa AS merupakan salah satu mitra strategis ASEAN di kawasan.

Selama empat tahun terakhir, AS telah menjadi mitra dagang dan investor terbesar kedua di ASEAN, dengan peningkatan perdagangan dua arah sebesar 39 persen menjadi USD 294.6 milyar. Investasi AS di kawasan itu juga naik menjadi 24,5 miliar USD.

Di bidang energi, kedua belah pihak mengumumkan rencana kerja sama jangka panjang untuk 2021-2025. Mereka telah mempromosikan kerjasama kerjasama di bidang ekonomi digital melalui program peningkatan kapasitas bagi 4.000 UMKM.

Kerja sama bilateral dalam perawatan kesehatan juga telah ditingkatkan dalam pandemi COVID-19.

Pada KTT ASEAN-Selandia Baru, Presiden Joko Widodo menyerukan kemitraan yang lebih erat antara kedua belah pihak dalam sejumlah masalah.

Dia mengatakan ASEAN dan Selandia Baru perlu memperkuat kerja sama untuk mempromosikan multilateralisme.

Jokowi meminta kedua belah pihak untuk mempromosikan integrasi ekonomi regional untuk keuntungan bersama, sambil menyambut keputusan Selandia Baru untuk menandatangani perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Sementara pada KTT ASEAN-Australia, Jokowi menekankan perlunya meningkatkan integrasi ekonomi dan memastikan keamanan di kawasan.

Stabilitas dan keamanan kawasan menjadi "fondasi" bagi upaya pemulihan ekonomi pasca COVID-19, katanya, seraya menyoroti pentingnya implementasi program ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#KTT ASEAN

Berita Populer