Redaksi
Redaksi

Sabtu, 14 November 2020 12:48

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol M Fadil Imran.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol M Fadil Imran.

Jenderal Kelahiran Makassar Ini Calon Kuat Pengganti Idham Azis

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mencatat, ada tiga perwira yang berpeluang menggantikan Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri. Mereka adalah, Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sujana Jani.

JAKARTA, BUKAMATA - Jabatan Kapolri Jenderal Idham Azis, akan berakhir Januari 2021. Sejumlah nama sudah digulirkan Indonesia Police Watch (IPW). Salah satu yang menguat, Irjen M Fadil Imran. Itu disebutkan Ketua Presidium IPW, Neta S Pane.

Saat ini, Irjen Fadil menjabat Kapolda Jawa Timur. Irjen Fadil adalah perwira tinggi kelahiran Makassar, 14 Agustus 1968. Dia merupakan alumni Akademi Polisi (Akpol) 1991.

Sejumlah jabatan penting di Polri sudah diduduki. Mulai dari Polres KP3 Tanjung Priok, Polres Kepulauan Riau, Polres Metro Jakarta, Polda Metro, hingga Mabes Polri.

Pada tahun 2008, Fadil Imran pernah menjabat sebagai Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pada tahun yang sama, ia kemudian menjabat sebagai Kapolres KP3 Tanjung Priok. Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 2009, ia menjabat Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya.

Setelah tiga tahun menjabat, pada tahun 2011, Fadil dimutasi untuk menduduki jabatan Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri.

Masih pada tahun yang sama, ia kemudian menduduki jabatan Direktur Ditreskrimum Polda Kepri.

Lalu, dua tahun kemudian, pada tahun 2013, ia menjabat sebagai Kapolres Metro Jakbar.

Dua tahun kemudian, pada 2015, ia dipindah untuk menduduki jabatan Analis Kebijakan Madya (Anjak Madya) Bidang Pidum Bareskrim Polri.

Setahun kemudian, pada tahun 2016, ia menjabat sebagai Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Saat itu, Fadil berhasil membongkar kasus pembajakan film Warkop DKI Reborn, dan berhasil membekuk satu orang pelaku, berjenis kelamin wanita berinisial P (31).

Masih pada tahun yang sama, ia bergeser untuk menjabat sebagai Wakil Dirtipideksus Bareskrim Polri.

Setahun kemudian, tepatnya 2017, ia menjabat sebagai Dirtipid Siber Bareskrim Polri (2017) dan berhasil membongkar kasus besar yang berkaitan dengan organisasi siber terorganisir Muslim Cyber Army (MCA) pada Februari 2018 silam.

Dan pada tahun 2019, Imran menjabat sebagai Staf Ahli Sosial Budaya (Sahli Sosbud) Kapolri Jendral Idham Aziz hingga tahun 2020, sebelum akhirnya dimutasi menjadi Kapolda Jatim.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane, jelang pergantian Kapolri Januari 2021 mendatang, ada sejumlah jabatan perwira tinggi yang akan bergeser. Neta menyebutkan akan ada dua sampai tiga jenderal bintang dua yang akan naik pangkat menjadi bintang tiga.

Dan mereka juga dipastikan akan masuk dalam bursa calon Kapolri pengganti Idham Azis.

"Mutasi itu akan ada dua sampai tiga jenderal bintang dua yang bakal naik menjadi bintang tiga.

Para perwira yang naik menjadi bintang tiga itu, dipastikan akan masuk dalam bursa calon Kapolri untuk menggantikan Idham Azis," kata Neta.

Neta melihat ada tiga perwira yang berpeluang. Selain Irjen M Fadil Imran, juga ada Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sujana Jani, dan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Lutfhi.

"Selain itu, jika Polri jadi menaikkan pangkat Dankor Brimob dari bintang dua menjadi bintang tiga, peluang Dankor Brimob masuk bursa calon Kapolri pun terbuka lebar," jelasnya.

Dengan bergesernya sejumlah jenderal bintang dua menjadi bintang tiga, Neta menyebutkan bursa calon Kapolri pengganti Idham Azis akan semakin riuh.

"Yang pasti sebelum pensiun 30 Januari 2021, kepimpinan Kapolri Idham Azis masih akan diuji lagi dengan dua even besar, yakni pengamanan Pilkada Serentak 9 Desember dan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2021," tukas Neta.

Selain itu, menurut pendataan IPW akan cukup banyak perwira Polri yang bakal pensiun.

Sedikitnya ada 30 jenderal yang akan pensiun menjelang suksesi Kapolri pada Januari mendatang. Jenderal itu kata Neta, pensiun mulai dari bulan November, Desember, dan Januari 2020.

Mereka yang pensiun tersebut terdiri dari tiga komisaris jenderal (Komjen), delapan inspektur jenderal (Irjen), dan 19 brigadir jenderal (Brigjen).

"Yang terbanyak adalah alumni Akpol 86 ada 15 jenderal yang pensiun, terdiri dari empat Irjen dan 11 brigjen. Akpol 85 ada 14 jenderal, tiga Komjen, empat Irjen, dan tujuh Brigjen," ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Kapolri