WASHINGTON, BUKAMATA - Sedikit lagi. Kamala Devi Harris menempati kursi Wakil Presiden Amerika Serikat. Dia mendampingi Capres, Joe Biden. Melawan petahana Amerika Serikat, Donald Trump.
Dibutuhkan 270 electoral votes --dari total 538 electoral votes-- untuk bisa memenangi pilpres AS. Saat ini Biden masih unggul dengan meraup 264 electoral votes. Sedangkan Trump, baru meraup 214 electoral votes. Keduanya masih bersaing sengit di negara-negara bagian yang menjadi kunci.
Doa-doa mengalir untuk Kamala. Tentu juga untuk Biden. Umumnya, doa untuk Kamala dari kalangan kulit hitam. Khusus juga dari India, negeri Barata, negeri leluhur Kamala Harris.
Baca Juga :
Dia seorang pengacara dan politikus Amerika Serikat. Menjabat sebagai Senator Amerika Serikat junior untuk California sejak 2017.
Dia seorang anggota Partai Demokrat. Sebelumnya menjabat sebagai Jaksa Agung California ke-32 dari 2011 sampai 2017 dan sebagai Jaksa Distrik San Francisco. Pada 11 Agustus 2020, Joe Biden memilih Kamala Harris sebagai kandidat wakil presiden.
Kamala Harris lahir di Oakland, California, pada 20 Oktober 1964. Usianya saat ini 56 tahun. Ia merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Ibunya, Shyamala Gopalan, merupakan peneliti kanker dari India, sedangkan ayahnya, Donald Harris, merupakan ekonom asal Jamaika.
Kedua orang tuanya bertemu saat masih menjadi mahasiswa di Universitas California, Berkeley. Selain menjadi peneliti dengan gelar doktor dalam bidang nutrisi dan endokrinologi, ibu Kamala, Shyamala Gopalan juga merupakan seorang aktivis hak-hak sipil. Saat pertama kali menginjakkan kaki di Amerika Serikat, Shyamala Gopalan merasa menemukan keluarga di kalangan warga kulit hitam Bay Area. Aktivisme Shyamala Gopalan turut membangun kesadaran politis Kamala Harris sejak usia muda.
Kamala Harris mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Howard, perguruan tinggi yang memiliki sejarah sebagai kampus warga kulit hitam. Saat masih mahasiswa, ia juga menjadi anggota perkumpulan mahasiswa kulit hitam terkemuka, Alpha Kappa Alpha. Selama remaja, Kamala Harris sering mengunjungi negeri nenek moyangnya, India.
Kamala adalah perempuan kulit hitam dan orang keturunan India pertama yang diusung oleh partai besar, untuk menduduki jabatan tingkat nasional di AS.
Kamala juga menjadi perempuan ke empat dalam sejarah, yang mendapat kesempatan untuk maju dalam pencalonan presiden dan wakil presiden Negara Adidaya itu.
Oleh karena itu, banyak dukungan dan doa diberikan oleh masyarakat India untuk kemenangannya di Pilpres AS 2020. Khususnya dari desa tempat kakek Kamala tinggal, Thulasendrapuran.