Redaksi : Jumat, 06 November 2020 11:02
Karyo (kiri) yang menjadi tersangka pelaku pembunuhan terhadap Bunda Maya (kanan).

BOGOR, BUKAMATA - Saat mendapat informasi tentang penemuan mayat Bunda Maya alias Athiqotul Masha (28), pelaku Karyo (39), sempat pulang ke rumahnya. Mayat Bunda Maya ditemukan Selasa, 3 November 2020. Karyo pulang ke rumahnya di Ciriung, Cibinong, Bogor, pada Rabu, 4 November 2020.

Dia mendapat kabar penemuan mayat Bunda Maya dari istrinya, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah korban. "Mas, pulang. Bunda Maya sudah ditemukan. Beliau meninggal," ujar istrinya ke Karyo.

Hari itu, Karyo sempat berbincang dengan tetangganya, Ketua RT 05 Kelurahan Ciriung, Rican. Kepada Rican, Karyo mengaku sedih atas meninggalnya Bunda Maya. "Saya masih punya utang Rp1 juta ke almarhumah yang belum saya bayar," demikian kata Karyo ke Rican hari itu.

Sebenarnya warga sekitar sudah curiga kepada Karyo. Pasalnya, dia pergi bertepatan pada saat Bunda Maya dinyatakan hilang. Malam itu, pada Minggu (1/11/2020), usai membunuh Bunda Maya, Karyo pamit ke istrinya yang menghadiri acara maulid Nabi Muhammad SAW di masjid Ciriung. Dia mengaku hendak mengantar orang ke Jawa. Karyo memang bekerja sebagai sopir.

“Warga juga sudah curiga di situ. Dia pergi pas almarhum hilang. Almarhum kan mulai hilang malam itu,” imbuhnya.

Kepulangan Karyo ini, lantas diketahui polisi. Karyo diamankan ketika belanja di sebuah warung di kawasan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada Rabu, (4/11/2020).

Karyo kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Itu setelah di Polsek Cibinong mengakui perbuatannya. Dia mengaku nekat menghabisi nyawa Bunda Maya, karena sakit hati ditagih utang dan rahasia utangnya diketahui sang istri. Dia juga mengaku sudah lama berniat menghabisi nyawa Bunda Maya.

“Pelaku sudah kita tangkap, pelaku kita kenakan pasal 338, 340, 365, pasal 351 ayat 2. Ancaman hukumannya bisa penjara seumur hidup,” ungkap Kapolsek Cibinong, AKP I Kadek Vemil.

Sebelumnya, pembunuhan itu terjadi Minggu malam, 1 November 2020. Sekitar pukul 20.00 WIB. Bunda Maya pulang lebih awal dari masjid dekat rumahnya, di Cibinong, Bogor. Saat itu masih berlangsung peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di masjid tersebut. Bunda Maya pulang bersama dua anaknya. Kedua anaknya sudah mengantuk. Suaminya, M Kurniawan masih tinggal di masjid. Dia sebagai panitia maulid malam itu. Tepatnya MC.

Saat melangkah menuju rumahnya, pelaku Karyo melihatnya. Timbul kembali rasa dendamnya. Itu karena korban selalu menagih uang Rp1 juta yang dipinjamnya. Janji Karyo seminggu dikembalikan. Ternyata tak terpenuhi. Korban pun terus menagihnya.

Karyo makin dendam saat tahu istrinya mengetahui utangnya tersebut. Malam itu, dia pun menguntit Bunda Maya. Setelah kedua anaknya tertidur. Bunda Maya ganti baju dengan memakai daster.

Saat itu, Karyo masuk melalui jendela depan yang bisa dibuka tanpa alat bantu. Karyo sering ke rumah itu, sehingga tahu seluk beluk rumah korban.

Karyo lalu membekap korban. Dia juga menginjak-injak leher Bunda Maya. Korban sempat berteriak minta tolong. Itu terdengar oleh Edi, tetangga Bunda Maya. Edi sempat ke dapur menajamkan pendengaran. Tapi, sudah tak ada suara.

Saat itu Bunda Maya sudah sekarat. Namun masih bernapas. Karyo dengan bengis menyeret tubuhnya ke belakang rumah korban. Membuka penutup beton sumur, lalu membuang tubuh Bunda Maya ke dalam sumur. Setelah itu, Karyo kabur menggunakan motor ke rumah rekannya.

M Kurniawan yang baru pulang dari masjid sekitar pukul 23.00 WIB. Dia mendapati pintu rumahnya terkunci. Beberapa kali diketuk, tak ada suara. Dia akhirnya mendobrak pintu. Dia menemukan kedua anaknya tertidur. Istrinya tak ada. Saat itulah, Bunda Maya dinyatakan hilang.

Selasa pagi, 3 November 2020. M Kurniawa memutar kran air. Dia berwudhu. Namun dia mendapati air keran berbau busuk. Dia lantas meminta tolong tetangganya, Mulyadi, untuk mengecek sumur.

Saat Mulyadi membuka beton penutup sumur dan menyenter ke bawah, dia melihat ada jasad. Ya, itu jasad Bunda Maya yang dua hari dalam pencarian keluarga.

Polisi bersama Tim SAR, mengevakuasi jenazah. Tampak bugil. Namun, Kapolsek Cibinong AKP I Kadek Vemil memastikan tak ada pelecehan seksual. Itu dari autopsi. Juga dari pengakuan Karyo. Saat memasukkan tubuh Bunda Maya ke dalam sumur, Karyo bilang korban masih mengenakan daster.

Kapolsek menduga, daster terlepas saat di dalam sumur. Tersangkut pada pipa paralon. Daster korban juga ada di dalam sumur, ditemukan petugas sebagai barang bukti.

Sekitar 26 jam kemudian, Karyo ditangkap saat sedang berbelanja di sebuah warung kelontong di Cibinong, Kabupaten Bogor.