BOGOR, BUKAMATA - Jasad Bunda Maya (28), sudah diautopsi. Jenazahnya dibawa ke rumah mertuanya di Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor untuk disalatkan. Selanjutnya, akan dimakamkan di kampung halamannya, Purworejo. Istiqomah (55), ibu almarhumah mengaku akan membawa jenazah putrinya ke kampung halaman.
Istiqomah datang ke Bogor dari Purworejo, setelah mendengar putrinya hilang, Minggu, 1 November 2020. Diberitahu menantunya, Muhammad Kurniawan. Setelah dua hari menghilang, jasad korban ditemukan Selasa, 3 November 2020. Saat itu, sekitar pukul 07.00 WIB, suami korban mencium bau busuk dari aliran air di rumahnya di Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
Dia lalu meminta tolong seorang warga bernama Mulyadi, untuk memeriksa air sumur rumahnya. Mulyadi lantas membuka beton penutup sumur untuk mengecek pompa air. Saat dia mengarahkan senter ke sumur, Mulyadi melihat sesosok jasad.
Mulyadi lantas memberitahukan ke suami korban, yang lalu menghubungi RT dan aparat kepolisian. Jenazah korban lantas dievakuasi tim SAR dari dalam sumur. Sudah dalam keadaan bugil. Jasad korban lantas dimasukkan ke kantong jenazah lalu dibawa ke RS Polri. Saat ini, kematian korban masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Tetangga korban, Edi, terakhir melihat korban pada Minggu malam, 1 November 2020. Sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, Bunda Maya bersama dua anaknya, pulang lebih awal setelah sempat menghadiri maulid Nabi Muhammad SAW di masjid setempat. Sementara suaminya, Muhammad Kurniawan, masih tinggal di lokasi acara hingga selesai, karena bertugas jadi pembawa acara (MC).
Lalu pada pukul 24.00 WIB, suami korban pulang. Lalu mengetuk pintu. Karena mengetuk tiga kali tidak ada jawaban, suami korban lalu mendobrak pintu rumahnya. Pas pintu terbuka, Kurniawan tak mendapati istrinya. Yang ada cuma dua anaknya. Sedang tertidur
Sebelumnya, sekitar 30 menit setelah korban pulang dari masjid, Edi mendengar suara jeritan korban. Namun saat itu Edi tak menyangka kalau itu suara jeritan korban.
"Jadi saya memang sempat dengar korban itu teriak, itu sekitar jam 22:06 atau sekitar itu. Teriak atau seperti menjerit itu ya, pokoknya kayak orang kaget atau apa gitu," kata Edi.
Sempat penasaran dengan suara jeritan itu, Edi ke ruangan dapur rumahnya dan menajamkan pendengaran. Harapannya, Edi kembali mendengar teriakan korban dengan jelas.
"Saya dengar memang kencang ya, tapi kan nggak jelas menjeritnya karena apa. Saya penasaran juga kan, saya ke dapur nih, terus coba tunggu mungkin teriak lagi, tapi nggak ada teriakan lagi sesudah itu," sebut Edi.
Sampai saat ini, ponsel korban hilang. Demikian pula uang sebesar Rp500 ribu.
Almarhumah dikenal warga sebagai seorang guru ngaji untuk anak-anak usia dini. Aula kecil di depan rumahnya, dijadikan tempatnya mengajar setiap hari. Suaminya juga dikenal sebagai ustaz di kampung itu. Namun pada siang hari, sang suami juga bekerja.
Pihak kepolisian hingga kini masih menyelidiki penyebab pasti dan motif kematian korban. "Untuk sementara ini kita olah TKP dan sudah selesai, jenazah kita boyong ke RS Polri di Kramatjati. Sedangkan untuk hasilnya, kita menunggu tim forensik. Karena kita belum tahu, ini apa sebabnya," kata Kanit Reskrim Polsek Cibinong, AKP Yunli Pangestu, Selasa (3/11/2020) kemarin. (*)
TAG
BERITA TERKAIT
-
Tragis! Seorang Ibu di Bone Tewas Dianiaya Anak Kandung
-
Oknum TNI AU Tikam Pria di Makassar Hingga Tewas
-
Emosi Ditantang Duel, Pemilik Kontrakan di Bone Tikam Tamu Penyewa Hingga Tewas
-
Diplomat Indonesia Zetro Purba Tewas Ditembak OTK di Peru
-
Pelaku Pembunuhan Sadis di Selayar Dinyatakan Alami Gangguan Jiwa, Polisi Serahkan ke Dinsos