Redaksi
Redaksi

Selasa, 03 November 2020 13:28

Ilustrasi
Ilustrasi

Polres Gowa Beber Motif Bunuh Diri Siswi di Gowa, Bukan Tugas Sekolah

Polisi menghentikan kasus bunuh diri siswi di Gowa. Polisi menegaskan bukan karena beratnya tugas online di sekolahnya, melainkan kecewa tidak dibelikan sepeda motor.

GOWA, BUKAMATA - Aparat kepolisian dari Polres Gowa, Sulawesi Selatan, meminta menghentikan spekulasi, yang menyebutkan siswi berinisial MI di Gowa, bunuh diri karena tugas sekolah online. Bukan itu kata Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan.

Bukan pula persoalan asmara. Menurut AKP Mangatas Tambunan, polisi sudah melakukan penyelidikan. Ternyata, motifnya kecewa karena tidak dibelikan sepeda motor.

"Motifnya itu karena minta dibelikan motor itu," ujar AKP Mangatas Tambunan, Selasa (3/11/2020).

Penyelidikan itu sebut AKP Tambunan, melibatkan 9 saksi. Mereka adalah orang tua MI, tante, wali kelas, guru kurikulum, kepala sekolah, hingga rekan-rekan MI di sekolah.

AKP Tambunan membeberkan, korban MI menyampaikan permintaannya kepada orang tuanya, agar dibelikan sepeda motor sejak Mei 2020. Dia minta sepeda motor berjenis Kawasaki KLX. Namun, karena alasan ekonomi, permintaan tersebut tak diluluskan.

Semasa hidupnya kata AKP Tambunan, korban juga kerap berhalusinasi. Almarhumah pernah menyampaikan kepada kedua orang tuanya, bahwa dirinya sering bermimpi layaknya orang mati. Diusung jenazahnya dan dimandikan.

AKP Tambunan juga menambahkan, sekolah korban selama ini memberlakukan model offline atau luring untuk tugas sekolahnya. Guru yang membidangi bidang studi, membuat modul atau makalah. Selanjutnya dibagikan ke siswa. Kemudian hasil jawaban dikirim dalam bentuk tulisan dan dikirim kembali ke pihak guru.

Karenanya kata AKP Tambunan, kasus tersebut dihentikan karena faktanya, korban meninggal dunia karena bunuh diri.

Bantahan kalau penyebab korban bunuh diri karena tugas sekolah online, sebelumnya juga disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Sulsel, Fitri Utami. Dia mengaku sudah bertemu dengan kedua orang tua korban, juga teman sekolah korban.

Orang tua korban sebut Fitri, juga mengungkap soal permintaan sepeda motor. Namun karena alasan ekonomi, orang tua korban tak bisa memenuhinya.

Sebelumnya, MI diberitakan bunuh diri dengan menenggak racun tikus pada Sabtu, 17 Oktober 2020, di rumahnya di Gowa, Sulawesi Selatan. Dugaan awal polisi, korban bunuh diri karena stres dengan tugas online dari sekolah yang menumpuk, sementara jaringan internet di sekitar rumahnya lemot. Namun setelah penyelidikan, ternyata lebih pada motif ekonomi.

Disclaimer:

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda, pembaca, merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

#Siswi bunuh diri #Gowa