Ririn : Senin, 02 November 2020 11:19
Joe Biden dan Donald Trump

WASHINGTON, BUKAMATA - Presiden AS Donald Trump dikalahkan 10 poin oleh Calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden dalam jajak pendapat baru yang dirilis pada hari Minggu (01/11/2020).

Biden memperoleh dukungan 52 persen, sementara Trump hanya 42 persen di antara pemilih terdaftar nasional, menurut polling NBC News dan Wall Street Journal.

Jajak pendapat pra-pemilihan terakhir ini menemukan bahwa Biden berada di depan Trump dengan 6 poin, 51 persen hingga 45 persen, di 12 negara bagian medan pertempuran gabungan, yaitu Arizona, Florida, Georgia, Iowa, Maine, Michigan, Minnesota, North Carolina, New Hampshire, Nevada, Pennsylvania, dan Wisconsin.

Jajak pendapat yang dilakukan dari 29 hingga 31 Oktober ini juga menunjukkan bahwa Biden memiliki keunggulan atas Trump di antara pemilih kulit hitam (87 persen hingga 5 persen), pemilih muda berusia antara 18 dan 34 (60 persen hingga 32 persen), senior ( 58 persen hingga 35 persen), perempuan (57 persen hingga 37 persen), kulit putih dengan gelar sarjana (56 persen hingga 41 persen) dan independen (51 persen hingga 36 persen).

Sementara itu, Trump unggul di antara pemilih kulit putih (51 persen hingga 45 persen) dan kulit putih tanpa gelar (58 persen hingga 37 persen).

Jajak pendapat tersebut juga menemukan bahwa 57 persen pemilih tidak setuju penanganan Trump terhadap pandemi COVID-19, sementara 55 persen dalam jajak pendapat menyetujui pemerintahannya berurusan dengan ekonomi.

Jajak pendapat itu dirilis saat kedua kandidat presiden melakukan upaya terakhir untuk mengamankan suara di negara bagian medan pertempuran.

Untuk memenangkan kembali pemilu presiden Amerika, Trump harus unggul di negara bagian yang ia kuasai empat tahun lalu, termasuk Florida, Georgia, North Carolina, Ohio, Iowa, dan Arizona, dan setidaknya mengamankan satu negara bagian Midwestern seperti Pennsylvania, Michigan atau Wisconsin.