Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Sebanyak 57 kandidat muslim berhasil memenangkan sejumlah jabatan publik pada pemilu AS.
WASHINGTON DC, BUKAMATA - Selain Pilpres, Amerika Serikat juga menggelar pesta politik 4 tahunan untuk berbagai jabatan publik. Tercatat, sebanyak 57 kandidat muslim yang berkompetisi untuk jabatan publik, juga berhasil memenangkan pemilu. Mereka menyusul kemenangan Joe Biden-Kamala Harris dalam Pilpres di negeri Paman Sam itu. Biden dan Kamala Harris memenangkan Pilpres AS, setelah berhasil meraup lebih dari 270 suara elektoral.
Berdasarkan pantauan Tim Jurnal Presisi pada Minggu, 8 November 2020 pukul 06.15 WIB, Biden sudah meraih total 290 suara elektoral, sedangkan Trump baru 214 suara elektoral.
Dengan perolehan tersebut, maka secara tidak langsung Biden dinyatakan memenangi kontestasi Pemilihan Presiden Amerika Serikat.
Menyusul keberhasilan Biden dalam Pilpres AS 2020, 57 kandidat muslim yang mencalonkan diri untuk jabatan publik berhasil meraih kemenangan.
Hal ini disampaikan tiga kelompok organisasi muslim, antara lain, Jetpac, CAIR (Council on American-Islamic Relations) dan Mpower Change pada Jumat, 6 November 2020.
Dilansir dari siaran pers yang diunggah melalui laman resmi CAIR, sebanyak 110 kandidat yang teridentifikasi sebagai seorang muslim, mencalonkan diri dalam kontestasi untuk memperebutkan jabatan publik.
Kabar baiknya, 57 diantaranya diproyeksikan untuk menang dalam kontestasi tersebut, usai dilakukan pemilihan umum pada 3 November 2020 yang lalu.
Kompetisi ini mencakup 24 negara bagian dan Washington DC. Jumlah kandidat muslim tahun ini menjadi yang terbanyak dalam sejarah keterlibatan umat muslim dalam sektor pemerintahan Amerika Serikat.
Tak hanya itu, dari 57 kandidat yang berhasil memenangkan kontestasi tersebut, tujuh di antaranya berhasil mencatatkan sejarah sebagai penganut Muslim pertama yang berhasil menduduki jabatan tersebut.
Direktur Eksekutif MPower Change, Linda Sarsour menjelaskan, muslim AS turut merayakan kontestasi dengan cara terlibat dalam pemilihan umum.
“Muslim Amerika merayakan pemilihan anggota komunitas kami di seluruh negeri ini dari dewan sekolah hingga aula Kongres. Apa pun yang terjadi di tingkat presiden, kami akan terus membangun kekuasaan, melibatkan pemilih, dan fokus pada pemilihan umum bawah karena di situlah letak dampak nyata pada kehidupan kami," jelas Linda.
Sependapat dengan Linda, Mohammed Missouri selaku Direktur Eksekutif Jetpac menegaskan akan pentingnya representasi politik. Hal ini bertujuan melawan narasi Islamofobia yang kerap dialami muslim.
"Meningkatkan representasi politik kami adalah bagian penting untuk mengalahkan kebangkitan kekerasan Islamofobia di sini dan di seluruh dunia, karena memaksa pejabat terpilih dan media untuk memasukkan perspektif kami dalam narasi tentang perawatan kesehatan, ekonomi, sistem hukum kriminal, dan setiap masalah lainnya. berdampak pada kehidupan Amerika. Saya terinspirasi oleh generasi baru aktivis politik Muslim yang mengubah keterlibatan masyarakat kita melalui pengorganisasian relasional yang efektif untuk membangun koalisi yang beragam dalam memperjuangkan keadilan ekonomi dan ras,” ungkap Missouri.
Direktur Eksekutif Nasional CAIR, Nihad Awad juga menegaskan pentingnya melakukan koalisi untuk meraih kemenangan dalam pemilu. Hal ini bertujuan agar umat muslim mendapat keadilan sipil.
Lebih lanjut Nihad menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir umat muslim kerap berjuang melawan pengucilan.
“Muslim Amerika yang mencalonkan diri dan menang dapat melakukannya dengan membangun beragam koalisi yang mencari masa depan yang adil di mana setiap hak sipil Amerika dilindungi. Selama beberapa tahun terakhir, Muslim Amerika harus berjuang melawan ancaman pengucilan. Kami sekarang memiliki kesempatan bersejarah untuk memperjuangkan inklusi sambil memajukan kebijakan yang mempromosikan kebebasan dan keadilan," jelas Nihad.
Diketahui, Jetpac merupakan organisasi yang fokus untuk melatih umat muslim Amerika yang ingin mencalonkan diri dalam pemilu. Berbeda dengan Jetpac, CAIR merupakan organisasi yang fokus pada hak sipil dan hukum sebagai wadah umat Muslim. Sedangkan MPower Change merupakan organisasi sosial terbesar yang dipimpin oleh Muslim di Amerika Serikat.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33